Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Curah hujan tinggi, warga Surabaya diminta waspada DBD
HEADLINE JATIM RAYA

Curah hujan tinggi, warga Surabaya diminta waspada DBD 

LENSAINDONESIA.COM: Memasuki awal tahun 2017, curah hujan di wilayah Surabaya mulai tinggi. Akibatnya banyak wilayah tergenang air dan berpotensi munculnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Drg.Febria Rachmanita menjelaskan, sudah menyiapkan beberapa langkah untuk mengatasi potensi munculnya penyakit dari gigitan nyamuk ini. Diantaranya menggelar program Gebyar Pemberantasan Sarang Nyamuk 2017.

“Kita lihat indikatornya pada tiap wilayah dengan penilaian Angka Bebas Jentik (ABJ) tinggi atau tidak. Jika angka AJB tinggi maka wilayah tersebut sehat,” kata perempuan yang Drg.Febria Rachmanita, Jumat (13/01/2017).

Terkait mekanisme penilaian AJB, perempuan yang akrab disapa Feni ini menjelaskan, AJB ini diperoleh dari jumlah penderita di wilayah tersebut, kemudian dibagi jumlah penderita total dan dikalikan angka 100 persen. Hasilnya, merupakan nilai Angka Bebas Jentik (ABJ). Untuk itu, Kadinkes juga mengimbau, masy arakat harus mau seminggu sekali untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)

“Idealnya 95 persen. Dulu di Surabaya utara nilai ABJ-nya juga sekitar 50%, tapi sekarang sudah 94%. Padahal Surabaya Utara paling susah tapi saat ini sudah bisa,” katanya.

Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kota Surabaya, jumlah penderita DBD tahun 2015 mencapai 900 orang, sedangkan pada tahun 2016 mengalami sedikit peningkatan mencapai 920 orang.

“Sebenarnya ada penurunan pada bulan Januari hingga bulan September, namun kembali meningkat seiring memasuki musim hujan di bulan Oktober hingga Desember kemarin,” katanya.

Sementara itu, angka kematian akibat penyakit Demam Berdarah, pada tahun 2015 mencapai 13 orang. Pada tahun 2016 terjadi penurunan, jumlah orang meninggal akibat penyakit DBD mencapai 7 orang saja.@wan