LENSAINDONESIA.COM: Jaelani, terdakwa kasus pencabulan terhadap anak tririnya, sebut saja Bunga (9), Senin (16/1/2016) diganjar vonis 5 tahun penjara oleh Ketua Majelis Hakim Ferdinandus dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya.

“Terdakwa dengan sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana seperti yang diatur dalam pasal 81-82 tahun 2012 tentang perlindungan perempuan dan anak dan menjatuhkan hukuman selama 5 penjara,” terang Hakim Ferdinandus saat membacakan amar putusan.

Dalam pertimbangannya, Hakim Ferdinandus menilai hal yang memberatkan bagi terdakwa adalah sebagai orang tua korban tidak melindungi dan justru merusak masa depan anak tirinya. Sementara yang meringankan terdakwa dalam kasus pencabulan itu, dia dianggap sebagai tulang punggung keluarga.

Vonis Majelis Hakim tersebut jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa penuntut umum (JPU) Deddy Arisandi dari Kejari Surabaya yang menuntut 8 tahun penjara. Meski mendapat vonis ringan, terdakwa kasus pencabulan itu tidak mengaku masih pikir-pikir. “Saya pikir-pikir pak Hakim,” ucapnya.

Terdakwa yang belum menyatakan sikap dan mengaku masih pikir-pikir tersebut, juga ditanggapi hal senada oleh JPU Deddy. “Kami juga pikir-pikir majelis,” ungkap JPU Deddy.

Perlu diketahui, perbuatan terdakwa dilakukan pada tahun 2014 saat rumah dalam keadaan kosong. saat itu Jaelani masuk ke dalam kamar korban dan mengiming-iming uang sambil memaksa melepas pakaian korban lalu menyetubuhinya.

Setiap selesai melakukan aksinya, terdakwa memberikan uang Rp 10.000 hingga Rp 15.000 dan selalu berpesan kepada korban, agar tidak melaporkan perbuatan terdakwa kepada saksi Sumiatun (istri terdakwa).@rofik