LENSAINDONESIA.COM: DS (18) warga Jl Setro Baru Utara V, DP (18) warga Jl Semolowaru Selatan I dan ED (18) warga Jl Legundi, diringkus Unit Reskrim Polsek Simokerto. Ketiga pelajar SMA swasta di Surabaya tersebut ditangkap karena terlibat kedapatan membawa sabu 0,03 gram untuk pesta.

Kasus bermula ketika DS yang beli satu poket sabu 0,03 gram di Jl Kunti, Surabaya, tak menyadari dikuntit polisi. Saat melintas di Jl Kapas Madya, pelajar SMA ini dihentikan anggota Reskrim Polsek Simokerto.

Setelah dihentikan, DS lalu digeledah dan ditemukan sabu 0,03 gram di saku celannya. Setelah diperiksa singkat, DS menyebut hanya disuruh beli sabu dan mengaku dua temannya menunggu di rumah karena akan pesta sabu.

Kapolsek Simokerto Kompol M Harris mengatakan, ternyata DS hanya disuruh ED untuk beli sabu di Jl Kunti. Menurutnya, yang menyuruh beli sabu adalah DP. “Awalnya DP menyuruh ED namun karena ED tak tahu tempatnya maka menyuruh DS. Sabu 0,03 gram yang dibeli itu memakai uangnya DP. Dan sebenarnya yang akan pesta sabu adalah DP dan ED, sedangkan DS hanya disuruh beli saja, tidak ikutan pesta narkoba,” ujarnya, Selasa (17/1/2017).

Dalam pemeriksaan penyidik Reskrim Polsek Simokerto, DP mengaku awalnya dirinya berniat pesta sabu dengan temannya berinisial SL dan ED. “Kami biasanya urunan kalau mau pesta sabu. Namun kali ini saya yang membelinya pakai duit saya sendiri seharga Rp 150 ribu,” akunya.

Saat ditanya asal uang yang dibuatnya membeli sabu, DP yang notabene masih pelajar SMA mengaku punya uang hasil pemberian neneknya saat liburan ke Pacitan. “Kemarin liburan ke desa saya di Pacitan, saya dapat uang saku Rp 200 ribu. Saat pulang ke Surabaya, saya belikan sabu Rp 150 ribu. Dua bulan ini saya kecanduan sabu dan sudah 5 kali pesta narkoba bareng teman,” pungkasnya. @nanda