LENSAINDONESIA.COM: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa Kevin Johnson, Presiden Direktur PT Biomorf Lone Indonesia, perusahaan asal Amerika Serikat yang menjadi subkontraktor dalam konsorsium pemenang tender proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik atau e-KTP.

Konsorsium tersebut terdiri dari Perum PNRI, PT Sucofindo (Persero), PT LEN Industri (Persero), PT Quadra Solution dan PT Sandipala Athaput.

Kevin akan diperiksa sebagai sebagai saksi untuk tersangka Sugiharto, Mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Untuk melihat lebih jauh bagaimana proses implementasi dan proses yang terjadi selama pengadaan, dan tentu saja pengerjaan proyek e-KTP,” kata Febri di gedung KPK, Jakarta, Rabu (18/01/2017).

Selain Kevin Johnson, KPK juga memeriksa pegawai negeri di Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Indra Satia. Ia juga diperiksa sebagai saksi untuk Sugiharto.

Febri menuturkan, dalam kasus ini, KPK telah memeriksa 285 saksi untuk dua tersangka, mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Sugiharto dan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Irman.

Selama tahun 2016, KPK telah menyita Rp 247 miliar dalam kasus tersebut. Uang itu terhimpun dalam bentuk uang tunai dan rekening yang didapat dari tiga mata uang berbeda. Rinciannya yakni Rp 206,95 miliar, 1.132 Dollar Singapura dan 3.036.715,64 dollar Amerika Serikat.

Menurut Febri, sumber uang itu berasal dari individu dan korporasi. Namun, ia belum mendapatkan detail nama-nama tersebut.@LI-13