Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Di depan ibu PKK, Walikota Risma minta perempuan jangan gampang ajukan cerai
Walikota Surabaya Tri Rismaharini saat memberikan sambutan dalam pelantikan Tim Penggerak PKK
Family

Di depan ibu PKK, Walikota Risma minta perempuan jangan gampang ajukan cerai 

LENSAINDONESIA.COM: Walikota Surabaya Tri Rismaharini nampaknya mulai gerah dengan banyaknya wanita yang mengajukan gugatan cerai kepada suaminya. Berbagai alasan biasanya digunakan sebagai bahan untuk mengajukan gugatan diantaranya gaji suami yang lebih sedikit.

Walikota perempuan pertama di Surabaya ini mengingatkan ibu-ibu penggerak PKK dan juga ibu rumah tangga di Surabaya untuk menjaga keharmonisan keluarga. Terlebih, pada 2016 lalu, ada cukup banyak pengajuan gugatan cerai yang masuk di ruang kerjanya.

“Ibu-ibu punya perang penting mempererat keutuhan keluarga. Salah satunya dengan menjaga penampilan di rumah. Kalau di rumah jangan hanya pakai daster tetapi bila keluar rumah dandan sempurna. Yang juga tidak kalah penting, jaga kesehatan. Karena perempuan rentan terkena osteoporosis,” pesan walikota saat melantik dan serah terima jabatan Ketua tim penggerak PKK Kecamatan di Panti Tim Penggerak PKK Kecamatan di Tambak Sari, Jumat (20/1/2017).

Selain itu, Risma juga berpesan untuk memperhatikan lingkungan dan juga masalah sosial yang terjadi di sekitar tempat tinggalnya. Utamanya aktif dalam pencegahan penyakit demam berdarah di Kota Surabaya. Terlebih, jumlah pasien DB di Surabaya, dalam dua tahun terakhir masih cukup tinggi.

“Saya mohon kepada tim penggerak PKK untuk rajin turun ngecek lingkungannya. Nggak setiap hari. Tetapi rajin memberi perhatian dan peduli pada lingkungan tempat tinggalnya,” ujar wali kota.

Disampaikan wali kota, demam berdarah bukan hanya soal penyakit. Tetapi juga bisa menjadi pemicu terjadinya masalah sosial. Wali kota memberi contoh, andaikan ada seorang kepala keluarga yang terkena demam berdarah dan kemudian tidak tertolong (meninggal). Padahal, kepala keluarga tersebut merupakan sumber aliran nafkah tunggal bagi anak-anaknya.

“Bila seperti itu, bagaimana nasib anak-anaknya. Bukan tidak mungkin akan terjurumus kepada masalah sosial. Karena itu, jangan sepelekan jentik nyamuk karena efeknya besar,“ jelas Walikota besutan PDIP ini.@wan 

Baca Juga:  Sidang di PN Surabaya, Kanjeng Dimas tak didampingi kuasa hukum