Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Komisi VIII ingatkan perlindungan pada perempuan dan anak masih minim
Ilustrasi perlindungan anak. (ISTIMEWA)
CANTIKA

Komisi VIII ingatkan perlindungan pada perempuan dan anak masih minim 

‎LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPP-PA) diminta lebih optimal dalam memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak. Setidaknya, KemenPP-PA menjadi leading sector dalam memberikan pengawasan terhadap perlindungan terhadap perempuan dan anak di Indonesia.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi VIII DPR Iskan Qolba Lubis Gedung DPR , Jumat (20/1/2017). Ia menilai kesadaran dalam memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak masih terbilang kurang, ketimbang pembangunan fisik. “Padahal manusia nilainya lebih berharga dibanding fisik,” ujarnya.

Karena itulah perlunya dilakukan optimalisasi kinerja KemePP-PA yang kini masih terkendala sumber daya. Iskan juga berharap KemenPP-PA menggunakan sistem digital dalam melakukan perlindungan, yang terkoneksi dengan kepolisian.

Menurutnya penggunaan sistem digitalisasi bakal mengalami perkembangan. Makanya diperlukan aplikasi yang memungkinkan masyarakat dalam memberikan pengaduan saat menghadapi aksi kekerasan.

Penggunaan gawai (smartphone) saat ini sudah menyebar hingga ke pelosok desa. Oleh karena itu, Iskan menyarankan, KemenPP-PA perlu mencoba memanfaatkan sistem digital agar perlindungan terhadap anak dan perempuan dapat efektif dan optimal dalam mengurangi kekerasan.‎@dg

Baca Juga:  Rhenald Kasali : "CEO harus paham, disrupsi lebih mudah diatasi ketimbang resesi!"