Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Presiden Jokowi di-warning Aliansi Mahasiswa Islam se-Jabodetabeka, rakyat melarat tambah susah
Kalau kondisi ekonomi sampai membuat keluarga petani seperti ini tidak makan, ini akan sangat mungkin jeritan hati bisa jadi mendatangkan bencana bagi pemimpin yang tidak amanah. @foto:ilustrasi
AKTIVIS

Presiden Jokowi di-warning Aliansi Mahasiswa Islam se-Jabodetabeka, rakyat melarat tambah susah 

LENSAINDONESIA.COM: Aliansi Mahasiswa Islam se Jabotabeka-Banten, mengancam akan mendesak  Presiden Jokowi agar mundur dari jabatannya, jika kebijakan-kebijakannya tetap tidak berdampak menye. jahterakan rakyat kecil. Sebaliknya, semakin menjadikan masyarakat melarat bertambah melarat.

Hal ini disampaikan Deni Iskandar, Koordinator Eksekutif Aliansi Mahasiswa Islam se-Jabotabeka-Banten, di Jakarta Pusat. Jumat (20/01/2017).

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, menilai, selama kepemimpinan Jokowi berlangsung, belum ada perubahan yang signifikan. Sebaliknyaa, rakyat bertambah melarat..

“Selama Jokowi memimpin negeri ini, tidak ada perubahan signifikan yang dilakukan olehnya (Jokowi)”. kata Deni Isakandar. Artinya, progam program pemerintahan yang pro rakyat hanya “omong doang” (Omdo).

Mahasiswa yang akrab dipanggil Goler ini, lebih lanjut menjelaskan, banyaknya persoalan sosial ekonomi serta kegaduhan disebabkan karena tidak adanya ketegasan dari Presiden Jokowi.

“Saat ini, negara gaduh, oleh berbagai isu, rakyat mengkritik dianggap makar, rakyat mengkritik dianggap PKI, ini Demokrasi, Jokowi jangan fasis,” ucapnya, dalam keterangan tertulisnya kepada Licom, Jumat 17/01/(2017)..

Selain itu, dia juga mengungkapkan kondisi ekonomi masyarakat terutama di tiingkat bawah sedang tercekik, akibat kebijakan pemerintah, dan kemiskinan juga terus meningkat.

“Rakyat melarat, Harga bahan pokok terus mengalami kenaikan, kondisi perekonomian bangsa ini lemah, seharusnya Jokowi itu mikir, bukan malah pencitraan, dengan mencukur rambut”. lanjut Deni.

Sebagaimana diketahui, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), berdampak pada kenaikan bahan-bahan pokok dipasaran. Terutama harga sembako. @

Baca Juga:  Pemkot Malang kucurkan dana Rp 5 miliar untuk sistem ekonomi kreatif berbasis digital