LENSAINDONESIA.COM: Ketua DPC PDIP Surabaya Wisnu Sakti Buana meminta kepada semua kadernya untuk merapatkan barisan dan bersama-sama mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan dasar Pancasila dari pihak-pihak yang ingin merubah dan memecah belah bangsa. Penyataan ini disampaikan putra tokoh PDIP Sucipto ini dalam acara deklarasi bersama “Mimbar Rakyat Untuk Menjaga NKRI dan Kebhinekaan” pada Minggu (22/01/2017) malam di Kantor DPC PDIP Surabaya Jl Kapuas No 66, Surabaya.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut seruan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristianto yang mengatakan siap berhadapan dengan Front Pembela Islam (FPI) yang dianggap sudah berani mengusik dengan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnopuri dan menebarkan kebencian serta memecah belah bangsa.

“Hukumnya wajib bagi kita semua mempertahanan NKRI. Kita tunjukkan kekuatan Surabaya untuk menghadapi siapa saja yang ingin merongrong kebhinekaan dengan merubah menjadi negara agama. Apabila ada kelompok seperti FPI yang berupaya memaksakan kehendaknya, maka kita siap menghabisi FPI sampai ke akar-akarnya,” teriak Wisnu Sakti Buana dalam pidatonya dihadapan ratusan kader yang hadir.

Wakil Walikota Surabaya ini memaparkan bahwa bangsa Indonesia didirikan dengan kebhinekaan yang beragam. Karena itu pihaknya mengajak seluluh komponen masyarakat, untuk bersatu padu memerangi pihak-pihak tertentu yang menggoyang keutuhan bangsa.

“Mengapa Mimbar Rakyat kita gelar, karena sejarah telah membuktikan bahwa di Surabaya menjadi kunci perjuangan merebut kemerdekaan 1945 dilakukan tidak oleh satu suku dan agama saja, tapi bersama-sama seluruh masyarakat ikut mengorbankan jiwa raganya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Kusnadi, yang juga turut hadir dalam kegiatan Mimbar Rakyat, memaparkan, bahwa selama ini PDIP telah difitnah oleh kelompok tertentu. Ia menengarai ada upaya untuk mencampur adukkan politik dengan agama.

“Kita difitnah sebagai PKI (Partai Komunis Indonesia) tapi kita diam. Kita diusik dan dihina tapi kita tahan karena kita yakin ini adalah upaya memecah belah bangsa. Tapi kita tidak bisa diam ketika sudah berani berhadapan dengan Ketua Umum (Megawati Soekarnoputri). Kita akan lawan karena ini persoalan harga diri dan kelangsungan kebangsaan,” kata Kusnadi.

Sekretaris DPC PDIP Surabaya Syaifuddin Zuhri, yang juga penanggung jawab acara menjelaskan, Deklarasi Bersama dan Mimbar Rakyat bersifat terbuka. Acara ini rencananya akan digelar selama tujuh hari dengan menyampaikan orasi bertema kebhinekaan menjaga NKRI.

“Hasil dari mimbar rakyat tersebut akan disampaikan ke Jakarta. Hasil rapat bersama acara ini dilaksnaakan untuk menyikapi seruap DPP dan menganggap harus ada tindakan menyikapi adanya kelompo-kelompok yang ingin memecah belah bangsa dan NRKI,” kata pria yang akrab disapa Ipuk ini.@wan