Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Pasukan Perdamaian asal Indonesia diduga selundupkan senjata di Sudan
Ilustrasi senjata selundupan
HEADLINE DEMOKRASI

Pasukan Perdamaian asal Indonesia diduga selundupkan senjata di Sudan 

LENSAINDONESIA.COIM: Otoritas keamanan di Darfur, Sudan, menangkap petugas Misi Perdamaian (UNAMID) dari Indonesia karena diduga mencoba menyelundupkan senjata dan amunisi melalui Bandara Al Fashir, Sudan. Barang bukti yang disita adalah 29 senapan Kalashnikov (AK), 4 senapan, 6 senapan GM3 dan 61 pistol berbagai jenis.

Dilansir dari Sudan Media Center, kasus ini sudah ditangani pasukan UNAMID. Mereka tengah melancarkan investigasi mendalam terkait percobaan penyelundupan senjata tersebut. Sampai saat ini, belum dapat dipastikan rincian mengenai siapa pelaku penyelundupan senjata dan berapa orang yang diamankan.

Secretary National Bureau (NCB) Interpol Brigjen Naufal Yahya, saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih akan mengecek informasi tersebut. “Masih kita cek itu, karena kan belum pasti,” kata dia.

Perlu diketahui, pada 19 Januari 2017 lalu, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian melepas 140 personel polisi yang tergabung dalam Kontingen Garuda Bhayangkara II ke Sudan. UNAMID merupakan misi perdamaian yang ditujukan memberikan perlindungan warga sipil di Darfur.

Pengiriman kontingen penjaga misi perdamaian dari Indonesia ke Sudan sudah dilakukan sejak 2008. Indonesia menjadi salah satu negara yang dipercaya PBB untuk memelihara perdamaian dunia khususnya di Afrika.

Didirikan pada 2007, UNAMID bertujuan mendukung proses perdamaian di Darfur serta keamanan dan penegakan hukum. Selain itu perlindungan terhadap warga sipil yang tinggal di wilayah itu jadi tugas pokok pasukan perdamaian ini mengingat di Darfur sudah terjadi pertempuran antara pemberontak dan pasukan pemerintah Sudan sejak 2003.

Baca Juga:  Pelindo III kucurkan Rp 600 juta untuk biaya operasi pasien kelainan jantung di RS PHC