LENSAINDONESIA.COM: Pasukan Perdamaian PBB dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dengan kesatuan Formed Police Unit (FPU) ke-8 sempat tertahan kepulangannya di Bandara Al Fashir, Darfur Utara, Sudan. Sempat berhembus isu tertahannya pasukan UNAMID ini lantaran diduga menyelundupkan senjata.

Kabagpenum Mabes Polri, Kombes Martinus Sitompul, membenarkan adanya kasus penyelundupan senjata itu, namun ditegaskan bahwa pelakunya bukan Pasukan Perdamaian PBB UNAMID dari kontingen FPU-8 Polri.

Mengutip ucapan Kasatgas FPU 8 AKBP Jhon Huntalhutajulu, Kombes Martinus menuturkan, pasukan ini sudah berada di Sudan sejak 15 Desember 2015 dan tugas mereka selesai setahun kemudian pada Desember 2016. “Misi perdamaian telah satu tahun, rencana pulang Sabtu lalu, 21 Januari 2017,” terangnya, Selasa (23/1/2017).

Sejak 15 Januari 2016 kontingen FPU ke-8 sudah mengemas barang bawaannya selama bertugas. Barang itu lantas diperiksa dan dimasukkan dalam dua kontainer tanpa masalah. Kontainer kemudian diberangkatkan ke Bandara Al Fashir dengan pengawalan 40 personel Polri. Kemudian pasukan yang berjumlah 139 personel tiba di bandara pada 21 Januari 2016 lalu.

Sesaat setelah tiba, barang bawaan pasukan FPU ke-8 diperiksa x-ray dan tanpa kendala sehingga masuk dan disusun jadi satu. Namun, 10 meter dari tumpukan barang milik FPU-8 ada tumpukan barang tak dikenal. Hal ini yang kemudian memancing otoritas Bandara Al Fashir menuding pemilik barang tak dikenal adalah pasukan FPU.

Otoritas bandara sempat bertanya hingga tiga kali soal kepemilikan barang tersebut yang dibantah pasukan FPU-8. “Tentu saja tetap dijawab bukan karena warnanya beda dan tidak ditandai label Indonesia. Koper kan sama kalau berangkat kaya jamaah haji. Namun menurut Komandan Satgas FPU-8, dipastikan itu bukan berasal dari pasukan Indonesia,” tambah Martinus.

Oleh otoritas bandara, kemudian barang yang dituduhkan milik FPU ke-8 itu diperiksa dengan x-ray dan hasilnya berisi senjata. “Kemudian ada tuduhan kepada FPU-8 ingin menyelundupkan senjata,” pungkasnya.

Rencananya FPU-8 pulang ke Indonesia dan digantikan pasukan FPU 9 yang tercatat berangkat pada 20 Januari 2016 dari Indonesia. @LI-15