Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Teman SMP dijual layani seks threesome dengan tarif Rp 800 ribu
AKBP Shinto Silitonga bersama tersangka prostitusi online dan korban
HEADLINE JATIM RAYA

Teman SMP dijual layani seks threesome dengan tarif Rp 800 ribu 

LENSAINDONESIA.COM: Polisi menangkap Rahayu (20), warga Jl Putat, Surabaya, karena menjalankan bisnis prostitusi online dengan menjual temannya PA (19) warga Jl Pakis seharga Rp 800 ribu, melalui akun Facebook.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga, tersangka menawarkan temannya semasa SMP itu ke pria hidung belang melalui beberapa grup Facebook. Di media sosial tersebut, tersangka dan korban mengaku bisa memberikan berbagai layanan seks sehingga menarik minat lelaki.

“Untuk transaksinya, dilakukan tersangka melalui BBM. Setelah deal harga Rp 800 ribu, tersangka dan korban janjian dengan pemesannya di hotel yang sudah disepakati. Uang hasil melayani lelaki hidung belang ini dibagi sama rata masing-masing Rp 400 ribu,” terangnya.

Petugas Sat Reskrim Polrestabes Surabaya yang mendapat informasi masyarakat, akhirnya melakukan penyamaran dan berhasil memancing tersangka untuk transaksi di salah satu hotel Jl Kedungsari.

Setelah memastikan tersangka benar-benar menjalankan bisnis prostitusi online, polisi langsung meringkusnya. Dua unit handphone merk Samsung dan Venera, satu lembar bill hotel serta uang tunai Rp 500 ribu, disita sebagai barang bukti.

Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku nekat menggeluti bisnis prostitusi online karena bjutuh uang. Kebetulan, korban yang tak lain adalah temannya semasa SMP juga sama-sama butuh uang sehingga mereka sepakat menjalankan bisnis esek-esek itu.

“Saya butuh uang untuk kebutuhan sehari-hari dan membantu orang tua. Akhirnya saya dan teman menawarkan diri untuk bisa diajak begituan. Bahkan kami sudah tiga kali memberi layanan seks threesome (bertiga) dengan tamu,” terangnya.

Untuk proses hukum selanjutnya, tersangka dijerat Pasal 2 Undang-Undang RI Nomor 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO) dan atau Pasal 296 KUHP. @LI-15

Baca Juga:  Songsong era industri 4.0, XL Axiata gembleng 600 pelajar di program XYLC 2019