LENSAINDONESIA.COM: Mantan Ketua KPK Antasari Azhar mengungkap jika Ketua Umum Perindo, Hary Tanoesoedibjo diutus SBY agar Aulia Pohan tidak ditahan KPK. Aulia Pohan tersandung kasus korupsi aliran dana Rp 100 miliar dari Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia.

Ditanya soal tudingan itu, Aulia Pohan menjawab ketus. Menurutnya, apa yang disampaikan SBY dalam jumpa pers semalam sudah mewakili pendapatnya.

“Tanyakan Pak SBY. Tadi malam sudah bagus, orang sudah pensiun kok ditanya-tanyain,” kata Aulia dengan nada tinggi setelah mencoblos di Jalan Cibeber I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (15/12/2017).

Dengan sedikit membentak, Aulia juga yakin bahwa SBY tak mengintervensi kasusnya. “Enggaklah, ah,” tegasnya.

Dia mengaku tidak terganggu dengan apa yang diungkapkan oleh Antasari. Soal pilihannya dalam pilkada, lagi-lagi Aulia menjawab ketus. “(Terganggu) nggaklah. Kalau pilihan, kalian udah tahu, pakai nanya lagi,” katanya.

Kasus yang membelit ayah Anisa Pohan itu bergulir pada 2009, saat SBY menjadi presiden. Atas perannya, dia divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor pada 17 Juni 2009 dengan hukuman 4,5 tahun. Aulia juga dijatuhi hukuman denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan. Hukuman Aulia sempat dikurangi Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menjadi 4 tahun.

Di tingkat Mahkamah Agung (MA), hukuman Aulia juga dikurangi dari 4 tahun menjadi 3 tahun penjara. Aulia juga dikenai denda Rp 200 juta. Tepat 18 Agustus 2010, Aulia mendapat pembebasan bersyarat.@licom