LENSAINDONESIA.COM: Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar resmi dilaporkan oleh Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono ke kantor Bareskrim Polri, Gedung KKP, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (15/2/2017). Dia dilaporkan atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik SBY melalui media elektronik.

Laporan tersebut disampaikan oleh Wasekjen sekaligus Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin, Ketua Tim Penasihat Hukum SBY, beserta anggotanya, Ferdinand Hutahaean dan Utomo Karim. Juru bicara Partai Demokrat, Imelda Sari, juga turut hadir menemani.

Usai pelaporan, Didi menjabarkan telah melengkapi laporan dengan barang bukti berupa salinan pemberitaan media massa elektronik dan online yang memuat pernyataan Antasari Azhar yang jadi viral. Pihaknya juga mempersiapkan rekaman-rekaman pernyataan-pernyataan Antasari Azhar.

Menurut Didi, hasil konsultasi tim penasihat hukum dengan penyidik di Bareskrim bahwa pelaporan SBY bisa ditindaklanjuti. Dan mereka pun mengharapkan pihak Bareskrim bisa segera menindaklanjuti dan memproses Antasari Azhar.

“Jadi, sudah confirm ya laporan masuk. Jadi, nanti tinggal polisi segera menindaklanjuti,” ujar putra mantan Menkumham, Amir Syamsuddin tersebut.

Antasari Azhar dilaporkan karena melanggar pasal dengan sangkaan dugaan fitnah dan pencemaran nama baik melalui medoa elektronik sebagaimana diatur dalam Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP, serta Pasal 27 Nomor 8 Tahun 2011 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Anggota tim penasihat hukum SBY, Ferdinan Hutahaeand, menunjukkan surat Tanda Bukti Lapor (TBL) kepolisian bernomor: TBL/103/II/2017/Bareskrim.@licom