Advertisement

LENSAINDONESIA.COM : Peresmian tahap ketiga Taman Air Mancur Sri Baduga, Purwakarta membawa duka bagi salah seorang pengunjung Indra Kusumawati. Perempuan 42 tahun itu tewas diduga karena kehabisan oksigen saat mengantre bersama puluhan ribu pengunjung lainnya.

Warga Jalan Beringin, Kelurahan Nagrikaler, Kecamatan Purwakarta Kota, Kabupaten Purwakarta itu juga diduga mengalami sakit jantung.

Kakak korban, Yeye Rohayeti mengatakan, adiknya itu datang ke lokasi bersama teman-teman alumni SMP. Diduga saat mengantre untuk masuk ke dalam taman dia kelelahan karena berdesakan dengan pengunjung lainnya.

“Tadi banyakan hanya mungkin terpisah. Mungkin juga kecapean,” ucap Yeye saat ditemui di IGD RS Bayu Asih Purwakarta, Minggu (19/2/2017) dinihari.

Sementara itu Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi yang datang menemui keluarga korban di rumah sakit meminta maaf atas kejadian tersebut. Dia juga menyerahkan santunan pribadi Rp2 juta.

Bupati Purwakarta mengatakan insiden itu terjadi di luar area taman dan sudah dijaga oleh polisi, TNI, dan Satpol PP. Dia juga kaget karena acara peresmian dihadiri 30 ribu orang.

“Ya memang tadi itu orang yang dari dalam mau ke luar, sementara yang di luar tidak sabar pingin masuk sehingga ada korban. Saya menyampaikan permohonan maaf karena acara sampai ada korban,” jelas Dedi.

Di tempat yang sama Wadirut RS Bayu Asih, Deni Darmawan menyebut, dari tanda dan hasil visum dinyatakan korban meninggal karena kekurangan oksigen dan bukan karena terinjak-injak saat mengantri di luar.

“Tadi sudah divisum tidak ditemukan bekas injakan atau luka. Dari wajahnya terlihat membiru itu bisa karena kekurangan oksigen. Bisa juga korban terkena serangan jantung, tapi itu harus dicek dengan otopsi,” pungkas Deni.

Sedikitnya terdapat 14 warga yang mengalami kelelahan dan pingsan yang mendapat perawatan di RS Bayu Asih dan RS Gunung Putri. Hingga Minggu dinihari para korban hampir semuanya sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. @dc/licom