Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
“Tiada rotan, koran pun jadi”
Para santri Madrasah Aliyah Negeri Mambaul Maarif Denanyar, Jombang belajar mengolah bahan bekas menjadi barang yang bernilai ekonomi dan seni. (LICOM/Muhammad Ibnu Alfarobi)
TERKINI

“Tiada rotan, koran pun jadi” 

LENSAINDONESIA.COM: Tiada rotan, koran pun jadi. Kira-kira begitulah plesetan peribahasa untuk menggambarkan kreativitas santri Madrasah Aliyah Negeri Mambaul Maarif Denanyar, Jombang. Mereka berkreasi membuat kerajinan dengan berbahan dasar limbah koran dan juga barang bekas lainnya seperti botol air mineral, kaleng minuman dan kertas kardus.

Di madrasah ini, para siswa memperoleh materi kreatifitas seni yang bernilai ekonomis berbahan dasar dari kertas koran bekas sejak kelas X. Sehingga diharapkan ketika lulus dari Madrasah lebih peduli akan pentingnya kesadaran lingkungan dan juga bisa mengembangkan kreatifitas yang aplikatif.

“Di madrasah ini kami dibekali kreativitas untuk memanfaatkan koran bekas dan barang bekas lainnya menjadi barang yang bernilai guna baik ekonomi dan juga seni. Barang-barang bekas seperti koran, majalah serta bungkus kemasan air mineral, mie instan dan sebagainya yang termasuk bahan-bahan daur ulang ini di olah menjadi barang bernilai dan tidak hanya dibuang ke tempat sampah,” ujar Sintya Masruroh Siswi Kelas XI Ipa kepada Lensaindonesia.com di MAN Mambaul Maarif, Denanyar, Jombang, Selasa (21/2/2017).

Ide kreatif untuk memanfaatkan limbah kertas menjadi aneka barang sovenir yang bernilai ekonomi tinggi, menjadi bahan-bahan perabotan rumah tangga seperti keranjang sampah, vas bunga, tempat air mineral, tas, hingga barang-barang kerajinan terkecil seperti tempat tissu, dan tempat pinsil. Hasil karya ini bisa di tawarkan dengan harga yang bervariasi, mulai yang harganya cuma Rp5.000 hingga ada yang dibanderol lebih dari Rp100 ribu.

Sementara itu, Kepala MAN Mambaul Maarif, Syamsul Maarif mengatakan siswa siswi di Madrasah ini telah diberikan arahan dan pengetahuan sehingga terbiasa dengan sampah disekitarnya. Sehingga mereka melakukan tindakan menjaga kebersihan lingkungan dan mampu menerapkan apa yang didapat yakni bisa memanfaatkan dan mengolah sampah yang menjadi barang bernilai guna setelah lulus dari Madrasah.

Selain itu, dalam rangka hari peduli sampah para santri melakukan aksi sosial bersih bersih di lingkungan Madrasah dan lingkungan pondok pesantren. “Dan besok siswa siswi berlomba adu kreatif mengolah tentang sampah yang bisa dimanfaatkan dan bernilai guna ekonomi maupun seni, menjadi produk produk yang tak hanya sekedar sampah saja, tapi punya manfaat,” pungkasnya. Obi