LENSAINDONESIA.COM: Calon-calon PDI Perjuangan yang maju Pilkada 2017 di beberapa
daerah mengalami kegagalan. Anehnya, ada saja suara yang mengaitkan kegagalan
ini dengan ‘mengambinghtamkan’ disebabkan gonjang-ganjing Ahok tersandung dugaan
penistaan agama. Politisi PDIP, Trimedya Panjaitan menepis anggapan itu.

PDIP, diakui Trimedya, menderita sejumlah kekalahan di 101 Pilkada serentak 2017,
tercatat 44 daerah atau kurang sekitar 43%.

“Ini bukan karena kasus Pak Ahok, ini nggak ada efek dari kasus Ahok,” katanya
di Gedung DPR RI Jakarta, hari ini (23/2/2017).

Anggota Komisi III DPR RI ini menjelaskan, adanya kasus dugaaan penistaan agama yang dilakukan Ahok menciptakan semangat kepada kader-kader PDIP didaerah bahwa kasus ini menunjukkan Ahok telah teraniaya.

“Bagi kita, ini justru sebagai semangat kawan-kawan didaerah kabupaten, kota bahwa rakyat melihat Pak Ahok ini teraniaya,” tegas Trimedya.

“Kita sudah ngertilah. Saya mulai pengacara dari tahun 1990 tidak pernah ada sikap dari penyidik apakah itu kepolisian, kejaksaan apalagi KPK dalam menempatkan tersangka voting , kan menetapkan Ahok sebagai tersangka voting Mabes Polri, itu yang belum pernah
terjadi,” pungkasnya.

Untungnya, Cagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) lolos Pilkada 2017, bahkan berda di peringkat teratas hingga masuk putaran kedua. Andai di putaran pertama itu Ahok gagal, tentu bisa dibayangkan tudingan negatif diarahkan kepada Ahok bisa jadi lebih keras lagi. @dg