LENSAINDONESIA.COM: Vonis bebas terhadap Jhon Muritz Ratu terdakwa pelaku begal, mendapat reaksi keras dari Kajari Surabaya. Ia menilai, hakim tidak mempunyai hati nurani dalam mengambil keputusan.

“Hakim telah tega membebaskan terdakwa dalam mengambil keputusan. Padahal, kami
(Jaksa) sejak awal berkomitmen menuntut berat para pelaku begal. Mengingat, sudah banyak korban hingga meninggal,” kata Kajari, Didik saat ditemui LICOM, Jumat (24/2/107).

Didik mengungkapkan, aksi begal selama ini membuat masyarakat sangat resah. Pihaknya juga menilai adanya kejanggalan dalam vonis tersebut. Rekan terdakwa, Kevin Jolio Davinci divonis 3 tahun penjara.

“Berkas terdakwa diseplit (pisah). Mereka melakukan aksi bersama, dan ini sesuai keterangan saksi (korban dan terdakwa Julio). Tapi, rekannya divonis 3 tahun. Karena itu, kami langsung kasasi,” tambahnya Didik.

Pria asal Bojonegoro ini menilai, dalam aksinya, terdakwa merupakan pelaku utama. Saat melihat korban (aksi) mengendarai motor sendirian, dia langsung memepet dan menendang. Bahkan, terdakwi sempat melakukan pemukulan hingga korban hampir terjatuh.

Disinggung masa tahanan terdakwa yang habis pada Minggu (19/2/2017), Didik menegaskan bahwa setiap tersangka yang sudah dilimpahkan, menjadi tanggungjawab
pengadilan untuk melakukan memperpanjang penahanan.

“Apabila ancaman hukumannya diatas 7 tahun, masa penahanan dapat diperpanjang. Setiap tersangka yang sudah dilimpahkan, masa perpanjangannya jadi tanggungjawab pengadilan,” papar Didik.

Pertimbangan itulah, Didik memerintahkan agar jaksa penuntut umum (JPU) Suparlan
mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). “Sesuai kewenangan kami, maka atas vonis bebas terdakwa John, kami perintahkan agar jaksa penuntut umum mengajukan kasasi,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, majelis hakim yang diketuai Isdjuaedi menjatuhkan vonis bebas terhadap John Mauritz Ratu, pelaku pembegalan di daerah Tegalsari Surabaya. Anehnya, Kevin Jolio Davinci, teman satu komplotan John saat melakukan pembegalan justru divonis 3 tahun penjara.

Vonis berbeda diterima John dan Kevin ini pun menimbulkan sejumlah pertanyaan. Pasalnya, dalam dakwaan, John dan Kevin dituduh bersama-sama melakukan pembegalan terhadap Abdul Karim pada September 2016.

Saat itu, John dan Kevin tengah mengendarai sepeda motor Yamaha X-RIDE. Saksi Abdul Karim saat itu mengendarai sepeda motor sendirian. John dan Kevin langsung memukul Abdul Karim, sehingga mengakibatkan korban oleng dan hampir terjatuh.

Korban sadar jadi incaran John dan Kevin, akhirnya mempercepat laju kendaraan untuk menyusul teman-temanya yang berada didepannya sambil berteriak minta tolong. Mendengar teriakan itu, John dan Kevin akhirnya melarikan diri.

Hingga sampai di Cafe Rasa Sayang Bluefish di Jalan Tegalsari, petugas polisi berhasil menangkap Kevin, sementara John berhasil kabur. Namun beberapa hari kemudian, John berhasil ditangkap petugas Polsek Tegalsari. Atas perbuatannya, John dan Kevin dijerat dengan pasal 365 ayat 2 ke-1 dan 2 KUHP Jo pasal 53 KUHP. @rofik.