Bango ajak start-up muda kullner ikuti ajang Festival Jajanan Bango 2017. (LICOM/Rudi Purwoko)
Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Festival Jajanan Bango 2017 kembali hadir dan rencananya digelar pada tanggal 6-7 Mei 2017 mendatang di ICE BSD, Tangerang. Tahun ini Bango akan mengajak para pelaku kuliner nusantara dari generasi muda yang kaya inovasi mengikuti perkembangan zaman tanpa harus meninggalkan aspek kearifan lokal yang terkandung dalam warisan kuliner nusantara.

Hernie Raharja, Foods Director PT. Unilever Indonesia Tbk, pihaknya akan melakukan pencarian 40 start-up kuliner nusantara dari berbagai wilayah Indonesia. Pencarian ini sudah dilakukan tanggal 7 dan 8 Februari 2017.

Para start-up ini sudah menjalani proses penjurian yang dilakukan oleh tiga pakar di bidang kuliner dan wirausaha, yaitu Arie Parikesit selaku pengamat dan penggiat komunitas pelestarian kuliner nusantara, Chef Degan Septoadji selaku Chef ternama yang banyak memfokuskan diri pada penyajian hidangan khas nusantara, dan Harjono Sukarno selaku pakar pengembangan ekonomi kreatif.

“Kami melihat generasi muda sangat kreatif dalam mengolah dan menyajikan makanan tradisional, serta memiliki berbagai strategi jitu dalam mempublikasikan usaha kuliner nusantara yang mereka geluti. Oleh karena itu, kami percaya mereka memiliki potensi besar untuk berkembang, dan yang lebih penting lagi, berkontribusi dalam regenerasi pelestarian kuliner nusantara,” ujar Hernie kepada Lensaindonesia.com di Bebek Bengil, Jakarta, Selasa (7/3/2017).

Setelah proses penjurian, kata Hernie, terpilih 20 finalis yang berhak untuk melanjutkan ke tahap pemilihan berikutnya.

“Dari 20 finalis yang telah terpilih ini, kami menggelar voting secara nasional di beberapa platform digital Bango, yaitu situs www.bango.co.id dan facebook Bango Warisan Kuliner. Para pecinta kuliner dapat langsung memilih start-up favorit mereka sehingga akhirnya akan terpilih 10 start-up favorit yang kemudian akan dihadirkan dalam perhelatan Festival Jajanan Bango 2017 tanggal 6-7 Mei 2017 mendatang di ICE BSD, Tangerang,” kata Hernie sumringah.

Sementara itu, salah satu dewan juri Arie Parikesit menjelaskan komponen penjurian cukup menyeluruh, antara lain: autentisitas dalam menyajikan makanan tradisional yang mereka jagokan, komitmen terhadap pelestarian warisan kuliner nusantara, semangat untuk mengembangkan usaha mereka, business plan yang baik, kemungkinan untuk mengembangkan usaha di wilayah-wilayah lainnya, keunikan hidangan, jaminan kualitas dan keamanan dalam pengolahan makanan.

“Karena start-up penuh ide dan inovasi baru, kami juga melihat dari aspek penggunaan sarana IT atau digital dalam pengembangan usaha,” katanya.

Hal senada dari Harjono Sukarno yang menilai aspek bisnis yang dijalankan oleh para start-up. “Mereka memiliki wawasan serta strategi bisnis yang baik, visi yang jelas, serta sangat paham bagaimana cara memaksimalkan aset yang mereka miliki untuk membesarkan usaha mereka, termasuk pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi dan publikasi yang kini terbukti makin efektif,” ujarnya. @Rudi