Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Hari ini, rakyat Timor Leste pilih presiden yang baru
Pendukung capres Antonio da Conceicao dari Partai Demokratik bersorak-sorai dalam kampanye di Tasi Tolu, Dili, Timor Timur. (REUTERS/Lirio da Fonseca)
HEADLINE UTAMA

Hari ini, rakyat Timor Leste pilih presiden yang baru 

LENSAINDONESIA.COM: Rakyat Timor Leste, Senin (20/3/2017) akan menggelar pemilihan presiden yang baru, ditengah kemiskinan dan korupsi yang menggila. Total ada delapan kandidat yang bertarung memperebutkan kursi orang nomor satu di negara yang pernah jadi bagian dari Indoneisa tersebut.

Delapan kandidat itu adalah Francisco Guterres Lu-Olo dari Partai Fretilin, Antonio da Conceicao dari Partai Demokrat, Antonio Maher Fatuk Mutin dari Partai Sosialis Timor, Amorim Dias (independen), Jose Luis Guterres (independen), Angela Freitas Partai Trabalhista (Worker Party), Luis Tilman (independen), dan Aniceto das Neves (independen).

Dalam debat terakhir Kamis (16/3/2017) malam, para capres memperdebatkan empat hal pokok bagi kelangsungan Timor Leste. Yakni aspek hukum, ekonomi, pertahanan keamanan, serta hubungan internasional.

Pemilihan hari ini merupakan yang keempat sejak negara itu merdeka tahun 2002 lalu. Francisco “Lu Olo” Guterres, yang didukung Fretilin dinominasikan memenangkan pemliihan ini, kata Reuters. Kesempatannya makin besar dengan dukungan dari Xanana Gusmao dan partainya CNRT, kata Michael Leach dari Australia’s Swinburne University.

Pendukung Gutteres yang berkonvoi sejauh 15 kilometer meneriakkan yel-yel “Viva Lu Olo, Viva Fretilin, Viva CNRT”.

“Jika nanti terpilih sebagai Presiden Timor Timur, Saya kaan memprioritaskan sektor ekonomi dan pendidikan untuk menopang kesejahteraan rakyat,” kata Gutteres dalam kampanyenya.
.
Kandidat lain yang diunggulkan menang adalah capres dari Partai Demokratik, Antonio da Conceicao. Dia didukung oleh mantan presiden Jose Maria de Vasconcelos atau Taur Matan Ruak, yang tak mencalonkan lagi.

Regulasi pemilu presiden kali ini berbeda dengan sebelumnya. Warga diharuskan memilih di tempat mereka terdaftar. Tidak bisa memilih di sembarang tempat. Hal itu memaksa warga perantauan pulang kampung untuk bisa mencoblos.

Baca Juga:  Indosat Ooredoo-Facebook dorong inklusi digital melalui "Internet 101"

Meski pemerintah memberikan libur resmi dua hari, hari ini dan besok, banyak warga yang mengeluh. Dengan alasan tidak memiliki biaya untuk transportasi, banyak warga perantauan yang tidak pulang kampung untuk menggunakan hak pilih.

Ini kali keempat Timor Leste menggelar pemilu sejak lepas dari Indonesia pada 1999. Bekas provinsi ke-27 Indonesia itu kini berpenduduk 1,183 juta jiwa.

Sekretariat Pelaksana Penyelenggara Pemilu Timor Leste (STAE) mencatat, 731.000 pemilih dari total penduduk 1,183 juta orang. Coblosan dilakukan di 944 tempat pemungutan suara (TPS). @bbs/licom