LENSAINDONESIA.COM: Sat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya meringkus dua pelaku pembunuhan Denny Ariessandi (37), pengemudi taksi online Grab, sekaligus manajer perusahaan ekspedisi J&T. Kedua pelaku ditangkap dari dua tempat berbeda.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Ardian Satrio Utomo, menjelaskan pelaku pembunuhan pengemudi taksi online Grab itu berjumlah dua orang. “Satu pelaku ditangkap di Surabaya sehari setelah kejadian atau 1×24 jam. Satu lagi di Kediri. Ini saya masih di Kediri,” terangnya.

Terkait motif pembunuhan sadis yang menyebabkan korban tewas dengan 46 luka tusukan itu, AKP Ardian mengaku masih akan melakukan pendalaman. “Kami masih akan menginterogasi tersangka. Besok Senin kami jumpa pers untuk menjelaskan hasilnya,” sambungnya seraya tak menampik dugaan bahwa pembunuhan ini berlatar belakang perampasan mobil milik korban.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Ronny Suseno juga mejelaskan saat ini Tim Reskrim yang dipimpin langsung AKP Ardian dalam perjalanan menuju Surabaya setelah menangkap pelaku pembunuhan di Kediri.

“Dalam pemeriksaan sementara diketahui jika kasus pembunuhan ini tidak ada unsur dendam atau konflik bisnis. Pelaku hanya sebagai pelanggan taksi online yang disopiri korban. Mereka juga tak saling kenal sebelumnya,” jelasnya.

Perlu diketahui, jenazah driver taksi online Grab, Denny Ariessandi (37) ditemukan di Jl Larangan, Kenjeran, Surabaya, dengan kondisi tubuh menderita 46 luka tusuk di punggung, dada dan leher, Kamis (23/3/2017). @LI-15