Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Badai Debbie landa Australia, 25.000 orang mengungsi
Topan Debbie menghantam pantai Airlie, Australia -merupakan badai terburuk di wilayah itu sejak Topan Yasi pada tahun 2011. (EPA)
Australia

Badai Debbie landa Australia, 25.000 orang mengungsi 

LENSAINDONESIA.COM: Badai “Debbie” yang memiliki kecepatan hingga 250km/jam memaksa 25 ribu warga Australia mengungsi. Topan yang disertai angin itu bergerak menuju pantai Queensland, meluluh-lantakkan sejumlah pulau tujuan liburan populer.

Badai dengan kategori empat itu diprediksi mencapai daratan sekitar pukul 00.00 WIB pada Selasa (28/3/2017) hari ini atau pagi tadi. Sekitar 23.000 rumah mengalami pemutusan listrik, dan sebagian mengalami kerusakan. Pihak berwenang Queensland menutup 181 sekolah dan 232 pusat pendidikan anak usia dini dan semua penerbangan dari dan ke Bandara Townsville dan Mackay dibatalkan.

Pihak berwenang mengatakan ini merupakan badai terburuk di wilayah itu sejak Topan Yasi pada tahun 2011. Biro Meteorologi Australia mengatakan ‘badai yang sangat menghancurkan ini’ sudah mencapai Kepulauan Whitsunday.

“Kami mendapatkan laporan bahwa atap-atap rumah copot diterbangkan badai, bahkan termasuk atap sejumlah bangunan kepolisian,” kata Wakil Komisaris Polisi Queensland Steve Gollschewski.

Badai ini bergerak lamban, saat dilacak terakhir kecepatannya sekitar 6km/jam, dan bisa mendera Queensland selama berjam-jam. Perdana Menteri Negara Bagian Queensland, Annastacia Palaszczuk meminta agar warga berlindung di bawah tanah.

Mengenai evakuasi puluhan ribu orang, Palaszczuk mengatakan adalah ‘mungkin yang terbesar yang pernah dikeluarkan’ di negara bagian yang dipimpinnya.

“Kita akan mengalaminya dalam waktu yang lama dan berat,” katanya.

Lebih dari 2.000 pekerja darurat disiagakan, tapi warga telah diperingatkan bahwa para petugas hanya akan merespon jika situasinya aman untuk melakukan tindakan itu.

Seorang warga menyebut, embusan badai itu bagai ‘kereta barang yang melesat sekaligus di kiri dan kanan.”

“Pohon-pohon meliuk-liuk diterjang angin. Wilayah ini terguncang-guncang,” kata seorang pria yang diidentifikasi sebagai Charlie, kepada Australian Broadcasting Corp. @licom

Baca Juga:  Peringati HUT ke-41, FKPPI berkomitmen menjaga keutuhan NKRI