Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Pedangdut Ridho Rhoma terpaksa harus menikmati dinginnya jeruji besi setelah permohonannya untuk direhabilitasi ditolak oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNP) DKI Jakarta. Ridho akan tetap di dalam bui hingga proses persidangan kasusnya selesai diputus majelis hakim.

Dia dipastikan tidak akan diusulkan tim assesment mendapat perawatan selama menunggu keputusan pengadilan. Sebab, dia bukan korban, dia pelaku pengguna Narkoba,” tegas Kepala BNNP DKI, Brigjen (Pol) Johnypol Latupeirissa, saat dihubungi, Selasa (28/3/2017).

Dia mengatakan Ridho sudah mengonsumi narkoba sejak dua tahun terakhir. Selain itu, jika dianggap korban seharusnya dia atau keluarganya harus lebih dahulu melapor sebelum ditangkap.

“Pengakuannya sudah dibenarkan hasil uji darah dan rambut yang dilakukan BNN,” tandas Johnypol.

Pernyataan Johnypol demikian, sebagaimana komitment Kepala BNN, Komjen (Pol) Budi Waseso yang mengatakan akan memberikan rehabilitasi dan merawat pengguna narkoba yang melapor.
Sementara bagi yang ketangkap akan dipenjara.

Sebelumnya, ‎Ridho Rhoma ditangkap Sat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat di sebuah hotel di Daan Mogot, Jakarta Barat, Sabtu 25 Maret 2017 pukul 04.00 WIB.

Di mobil yang dikendarai Ridho, polisi mendapat paket sabu 0,76 gram. Polisi juga menangkap kurir sabu berinisial Mohammad Sofyan. Dia ditangkap pukul 09.00 di sebuah apartemen di kawasan Jalan Thamrin. @tbn/licom