Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Curi uang di RSI Jemursari, mantan cleaning dibekuk polisi
Polisi menunjukkan bukti CCTV yang merekam aksi Yasin dan Bayu di RSI Jemursari. Foto: Nanda-lensaindonesia.com
HEADLINE JATIM RAYA

Curi uang di RSI Jemursari, mantan cleaning dibekuk polisi 

LENSAINDONESIA.COM: Bayu Tola Topan (27) warga Jl Wonocolo Gg Benteng Surabaya ini harus berurusan dengan Tim Anti Bandit Polsek wonokromo.

Mantan cleaning service Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari Surabaya ini ditangkap lantaran telah mencuri uang tunai sebesar Rp 3,9 juta yang disimpan di laci bagian keuangan di rumah sakit tersebut, Selasa (28/3/2017) lalu.

Dalam melancarkan aksinya, Bayu dibantu temannya yang bernama Yasin Roidin (24) warga Jl Jemur Wonosari I Surabaya. “Pelaku yang sudah pernah bekerja di RSI Jemursari selama 6 tahun ini tahu seluk beluk tempat menyimpan uang dimana. Nah, saat sudah tidak bekerja disana lagi (RSI Jemursari) pelaku memanfaatkannya dengan mencuri uang tunai sebesar Rp 3,9 juta,” ujar Kapolsek Wonokromo Kompol Arisandi, Selasa (04/04/2017).

Masih kata Kompol Arisandi, pelaku ini berhasil ditangkap berkat rekaman CCTV yang ada di rumah sakit tersebut. “Modusnya, kedua pelaku saat itu merusak jendela kaca dengan membongkarnya dan mengambil kunci didekat pintu, kemudian masuk dengan menggunakan kunci dan langsung mengambil uang tunai didalam laci itu,” katanya.

Melihat identitas pelaku yang sudah bisa dikenali, lanjut Kompol Arisandi, pihaknya langsung meringkus kedua pelaku dirumahnya masing-masing, Rabu (29/3/2017).

“Awalnya yang kami tangkap pelaku Bayu. Kemudian dilakukan pengembangan, sehingga hari itu juga pelaku Yasin dapat kami tangkap juga,” ungkap mantan Kapolsek Karangpilang ini.

“Dari penangkapan tersebut, diamankan pula barang bukti dari Bayu, berupa sisa uang pencurian Rp 150 ribu, 1 buah topi dan 1 buah jaket yang digunakan saat beraksi,” imbuh Kompol Arisandi.

Sementara itu dihadapan polisi, Bayu mengaku nekat melakukan pencurian tersebut lantaran butuh uang untuk membiayai pendidikan adiknya.

“Iya pak, uang itu untuk membiayai pendidikan adik saya yang sekarang SMA,” akunya.

Baca Juga:  Survei IDM pada Pilwakot Medan: Elektabilitas Maruli Siahaan bisa geser Petahana

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kini kedua pelaku tersebut dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman pidana maksimal 7 tahun penjara.@nanda