Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Ironis! Negara Indonesia yang multi asetnya menjadi perhatian dunia, ternyata tidak punya pangkalan data tunggal untuk menampung hasil riset baik berupa buku, jurnal termasuk prosiding hasil seminar yang tersebar di berbagai kampus dan lembaga di Indonesia. Padahal, keberadaannya sangat urgen untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dari negara-negara lainnya, khususnya di bidang riset.

Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah menyatakan, keberadaan indeks pangkalan
data berbasis nusantara sudah semestinya segera dilakukan oleh pemerintah. Keberadaan pangkalan data ini memiliki manfaat yang penting.

“Keberadaan pangkalan data berbasis nusantara yang berkualitas internasional ini sangat penting untuk menampung hasil karya cipta, hasil riset, serta tulisan ilmiah. Saatnya kita
berdikari di kaki sendiri untuk tidak lagi bergantung pada indeks Scopus maupun DOAJ (Directory Open Accses Journal), pangkalan data ilmiah internasional,” kata Anang di Jakarta, dalam keterangan pers diterima LICOM, Selasa (4/4/2017).

Anang menyebutkan manfaat dari keberadaan pangkalan data tersebut akan memudahkan
bagi Indonesia untuk memanfaatkan hasil riset anak bangsa untuk diaplikasikan bagi kemajuan bangsa.

“Hasil riset juga harus didorong agar aplikatif untuk kemajuan Indonesia di berbagai bidang iptek mulai medis, agrikultur, industri, sosial dan bidang-bidang lainnya. Temuan riset harus memberi manfaat baik bagi kemajuan di bidang keilmuan maupun untuk kemanfaatan masyarakat secara luas,” tambah Anang.

Manfaat lainnya, musisi asal Jember, Jawa Timur ini menambahkan, bagi ilmuwan, periset dan penulis akan semakin didorong hak-haknya terkait dengan karya intelektual. Menurut dia, saatnya negara memiliki komitmen yang serius untuk mengapresiasi atas kerja intelektual kalangan cerdik-cendekia.

“Politik anggaran negara untuk keberpihakan kepada kalangan intelektual harus diwujudkan, itu jika kita serius memikirkan nasib masa depan anak cucu kita. Saya meyakini, investasi
di jalur intelektual dan pendidikan serta di kebudayaan dan kesenian akan memberi dampak yang luar biasa untuk masa depan negeri ini,” urai politisi PAN.

Menurut Anang untuk mewujudkan hal tersebut perlu langkah sinergis berbagai lembaga terkait. Menurur dia, Kementerian Riset dan Dikti sebagai sektor utama di bidang ini harus mampu mengorganisir kementerian/lembaga lainnya.

“Kemenristek Dikti sebagai leading sector di bidang riset ini semestinya mengkoordinir kementerian/lembaga lainnya untuk memperkuat riset sekaligus hasil riset dapat aplikatif. Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaaan dapat mengawali ini untuk melibatkan kementerian/lembaga lainnya seperti LIPI, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kesehatan, Kementrian Perdaganhan, Bekraf dan stakeholder lainnya,” saran Anang. @licom_09