Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Polisi periksa keluarga Sri, PRT yang tewas di perumahan elit Puncak Permai
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga (LICOM/Nanda Andrianta)
HEADLINE DEMOKRASI

Polisi periksa keluarga Sri, PRT yang tewas di perumahan elit Puncak Permai 

LENSAINDONESIA.COM: Pasca terbunuhnya Sri (49) pembantu rumah tangga (PRT) yang ditemukan tewas dikamarnya Jl Puncak Permai I/33 Surabaya. Sat Reskrim Polrestabes Surabaya masih berupaya mengungkap teka teki pelaku pembunuhan terhadap PRT di rumah milik Simon Raharjo Tansil tersebut.

Termasuk, menyebar tim untuk membuka 2 dugaan motif, yaitu dugaan motif balas dendam dan motif percobaan perampokan yang mengakibatkan nyawa Sri melayang. Sri tewas mengenaskan karena lehernya digorok.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga mengatakan, pihaknya sudah menerjunkan tim ke Dusun Krajan, Desa Margorejo, Parengan Tuban. Di Dusun tersebut, pihaknya menerjunkan tim untuk mencari data dan fakta atas dugaan Sri dibunuh dengan motif balas dendam.

“Penyelidikan itu kami lakukan di kampung korban. Tim kami juga bertemu dengan keluarga dan kerabat korban, sekitar 6 orang sudah kami mintai keterangan disana. Maksudnya untuk mengetahui apakah ada motif dendam dari sana (dari dusunnya),” ujarnya, Selasa (4/04/2017).

Namun, dugaan adanya dendam itu pun terpatahkan, saat sekitar 6 orang kerabat Sri yang pihaknya periksa itu tak mengenal seseorang yang membunuh Sri. “Bahkan, kami sampai bawakan rekaman CCTV di lokasi kejadian, yang kebetulan dapat merekam wajah pelaku. Namun sayang, tak ada satupun yang mengenal pelaku,” katanya.

Kini, lanjut AKBP Shinto, pihaknya tengah menelusuri motif yang kedua, yaitu motif percobaan perampokan. “Untuk mengungkap itu, kami juga sudah memeriksa sebanyak 5 orang saksi di sekitar TKP pembunuhan. Hasilnya nihil, fakta baru tidak ditemukan,” imbuh perwira asal Medan ini.

Disinggung terkait adanya luka memar di tangan korban, AKBP Shinto menyebut, selain terdapat luka gorok di leher sebelah kiri korban, memang benar ada luka memar ditangan korban. “Ya, luka memar ditangan korban terbentuk saat korban melakukan perlawanan terhadap pelaku,” ungkapnya.

Baca Juga:  Target bisa ekspor, PT NJS hadirkan produk terbaru Swarowsky di Surabaya International Jewellery Fair 2019

“Bahkan, saya memastikan tidak ada bekas sperma dan korban juga tidak dalam keadaan hamil, fakta itulah yang kemudian menguatkan, bahwa korban dihabisi oleh pelaku yang diduga karena motif percobaan perampokan,” tandas perwira asal Medan ini.

Kendati, hingga hari ini, Selasa (4/4/2017). Sat Reskrim Polrestabes Surabaya belum mengantongi identitas pelaku. “Yang jelas, saat ini kami masih berusaha mengungkap kasus ini hingga tuntas. Doakan kami,” tutupnya. @nanda