LENSAINDONESIA.COM: Guna membongkar mafia yang berperan dalam lepasnya aset Pemkot Surabaya yang lepas ke pihak swasta, yakni waduk Wiyung di Jl Babadan dan Marvell City Jl Upa Jiwa, penyidik Kejari Surabaya, Kamis (6/4/2017) memeriksa Lurah Babatan, Novi Trihartatiningsih dan Plt Lurah Ngagel, Tomi Ardiyanto

Informasi yang dihimpun Lensa Indonesia, kedua lurah tersebut dicecar soal keluarnya surat dari kelurahan secara sporadik. Karena segala surat menyurat berawal dari kelurahan. “Itu yang menjadi bidikan untuk diungkap, bagaimana surat itu dibikin dan tujuannya untuk apa,” ujar sumber yang enggan disebut identitasnya.

Diakui, Pemkot Surabaya mengeluarkan ijin hingga munculnya sertifikat, berawal dari surat yang dikeluarkan pihak kelurahan yang menjadi dasar acuan. “Peran lurah dalam hal ini sangat penting, yang menjadi bidikan kenapa kalau tahu asetnya Pemkot Surabaya kok bisa dibuat surat untuk kepentingan lain,” tambahnya sambil mewanti-wanti agar identitasnya dirahasiakan.

Plt Lurah Ngagel, Tomi Ardiyanto dalam kasus ini diperkirakan tidak tahu karena Tomi yang juga Camat Wonokromo itu menjabat tahun 2015. Sementara ia menjadi Plt Lurah Ngagel, baru 1 Maret kemarin.

Kabarnya, Lurah Ngagel saat pelepasan aset berlangsung hingga dikuasai Marvell City di Jl Upa Jiwa sudah tidak menjabat lagi, namun penyidik Kejari Surabaya akan melakukan pemanggilan untuk menguak kenapa surat itu dibikin.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi SH, enggan berkomentar banyak terkait lepasnya aset Pemkot Surabaya itu. “Ini masih penyelidikan, kami memanggil dua lurah untuk pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket),” terangnya.

Sebelumnya, penyidik telah memeriksa tiga pejabat Pemkot Surabaya, terkait lepasnya dua aset Pemkot yang diserobot Marvel City Mall di Jl Upa Jiwa dan hilangnya Waduk Wiyung.

Ketiga pejabat yang menjalani pemeriksaan kemarin adalah Kadis Tanah dan Bangunan Maria Theresia Eka Rahayu, Kadis PU Bina Marga Erna Purnawati dan Kabag Perlengkapan Nur Oemiyati.

Penyidik juga telah memeriksa Kadishub Pemkot Surabaya, Irvan Wahyu Drajat. Dalam hal ini, penyidik untuk menguak bagaimana Amdal Lalin Marvell City keluar. Pasalnya Dishub diduga ikut berperan dalam mengeluarkan Amdal Lalin itu.

Tidak itu saja, penyelidik Kejari Surabaya akan terus menguak lepasnya aset di Jl Upa Jiwa. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR), Eri Cahyadi juga diperiksa. @rofik