LENSAINDONESIA.COM: Polrestabes Surabaya menunda tes kejiwaan IKS, Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (Unair) yang telah resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur sejak Minggu (02/04/2017) lalu.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga mengatakan, tes kejiwaan ditunda karena tersangka belum siap melakukan treatment psikologi.

“Jadwal pemeriksaan (tes kejiwaan) terhadap tersangka IKS sebenarnya, Rabu 5 April. Kemarin penyidik Sat Reskrim sudah membawa tersangka ke RS Bhayangkara Polda Jatim. Nah kendalanya adalah, saat kami sudah berkomunikasi dengan dokter. Dokter mengatakan tersangka IKS belum siap melakukan treatment psikologi, meskipun komponen dokter sudah siap,” ujarnya kepada wartawan di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (06/04/2017).

Shinto mengungkapkan, saat itu tim dokter telah mempertimbangkan, ketika secara internal (tersangka IKS) tidak siap dilakukan treatment psikologi, nantinya akan berpengaruh terhadap hasil yang kurang maksimal atau hasil yang tidak baik.

“Maka kami memutuskan akan melakukan tes kejiwaan lagi kepada tersangka IKS, Senin 9 April pekan depan,” katanya.

Namun jika hingga batas waktu tes tersebut tersangka masih belum siap, lanjut jelas Shinto, alternatifnya adalah Sat Reskrim Polrestabes Surabaya akan meminta keluarganya untuk dilakukan orientasi psikologis secara bersama-sama di RS Bhayangkara Polda Jatim.

“Jumat akan kami komunikasikan lagi dengan pihak keluarga tersangka IKS,” imbuh AKBP Shinto.

Disinggung apakah ada perlakuan khusus terhadap tersangka IKS yang notabene sebagai mantan Wakil Dekan III FKG Unair. AKBP Shinto membantahnya, pihaknya menegaskan tidak ada perlakuan istimewa terhadap tersangka IKS.

“Siapapun yang sudah ditetapkan tersangka dan ditahan, itu sudah didaftarkan di Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahiti) Polrestabes Surabaya, jadi saya pastikan itu tidak ada,” tegasnya.

Shinto juga menambahkan, sampai saat ini pihaknya membuka informasi adanya korban-korban lain dari tersangka IKS. “Namun hingga saat ini kami belum dapat laporan adanya korban lain,” tutupnya.@nanda