Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.   
Prihatin kubu Anies dan Ahok saling lempar isu agama, Karyono: Demokrasi jadi bias
Pengamat politik Karyono Wibowo (kanan) bersama politisi PDIP Masinton. @foto:ist.
LENSA DEMOKRASI

Prihatin kubu Anies dan Ahok saling lempar isu agama, Karyono: Demokrasi jadi bias 

LENSAINONESIA.COM: Peneliti politik, Karyono Wibowo dari The Indonesian Public Institute (IPI) memperingatkan kerasnya pertarungan politik di putaran kedua Pilkada DKI Jakarta tidak hanya dirasakan kalangan elit. Dampak kekerasan itu, ditegaskan Karyono, justru sangat dirasakan masyakarat tingkat bawah.

Karyono mencermati, kondisi itu terlihat ketika kedua kubu pasagan calon Anies-Sandiaga dan Ahok-Djarot semakin terjebak dalam logika menang-kalah.

“Kita lihat kerasnya pergulatan politik di Pilkada DKI Jakarta, membuat esensi demokrasi menjadi bias. Seakan demokrasi sebagai ajang pertarungan kalah dan menang. Padahal, esensi dari demokrasi untuk menyejahterahkan rakyat,” kata Karoyono, Jumat ini, mengomentari diskusinya tentang “Dialog Kebangsaan” bertema “Kalah-Menang DKI Jakarta Harus Aman dan Damai” di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu lalu (5/4/2017).

Karyono mengungungkapkan, fakta saat ini pilkada DKI Jakarta lebih fokus pada menang- kalah. Sehingga tidak menunjukkan demokrasi yang sehat. Sampai isu SARA dieksploitasi guna kemenangan. Tetapi yang mengherankan, dan memprihatinkan isu SARA dilakukan kedua kubu paslon, yaitu dari kubu Anis-Sandi dan Ahok-Djarot.

Akibat cara-cara berdemokrasi pilkada di DKI Jakarta itu, praktis tidak mencerminkan mendidik kecerdasan masyarakat dalam berdemokrasi. Sebaliknya, malah membodohoi warga Jakarta yang sebenarnya sudah kritis. Dampak paling membuat galau, tentu berpelung mengabaikan tujuan menyejahterakan rakyat.

“Dampaknya tujuan utama yang mensehjaterakan rakyat terpinggirkan,” kata Karyono mengritisi. @licom_09

Baca Juga:  Bakamla RI tangkap kapal timah dan 4 kapal pengangkut minyak ilegal