Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
AKBP Shinto Silitonga: Kesalahan saat olah TKP, berimbas minimnya informasi
Tim Inafis Polrestabes Surabaya memperagakan cara olah TKP (nanda)
HEADLINE JATIM RAYA

AKBP Shinto Silitonga: Kesalahan saat olah TKP, berimbas minimnya informasi 

LENSAINDONESIA.COM: Tim Inafis Sat Reskrim Polrestabes Surabaya, melakukan pelatihan keterampilan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dihadiri Kanit Reskrim dan 3 perwakilan penyidik Polsek jajaran di halaman Mapolrestabes Surabaya, Selasa (11/4/2017).

Dipimpin langsung Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga, anggota-anggota perwakilan Unit Reskrim Polsek jajaran diajarkan cara melakukan olah TKP, dengan skenario peragaan TKP pencurian dengan kekerasan (curas) yang korbannya dipepet dan diancam menggunakan senjata tajam.

“Kami ingin anggota membudayakan olah TKP. Artinya, langkah ini harus terus menerus dilakukan. Karena TKP adalah Bank informasi, kesalahan dalam olah TKP akan berimbas pada minimnya informasi. Untuk itulah kami memberikan pelatihan kepada anggota-anggota di jajaran Polsek,” ujar AKBP Shinto Silitonga, di halaman Mapolrestabes Surabaya.

AKBP Shinto menambahkan, jika terjadi kejahatan curas, curat dan curanmor, pihaknya berharap anggota Reskrim dapat langsung datang ke TKP, melakukan apel dan memasang police line. “Prinsipnya, TKP dijaga dengan benar dan harus merasa bahwa area TKP ini adalah penguasaan saya, sehingga masyarakat hanya boleh melihat di area terbatas di luar TKP. Bahkan polisi yang tidak berkepentingan dalam pengolahan TKP juga dilarang masuk ke dalam police line,” tambahnya.

Idealnya, saat melakukan olah TKP, ada tim SPKT terdiri dari yang berseragam maupun yang tidak berseragam. Ada yang bagian mengumpulkan info dan ada yang menjaga TKP. “Saat olah TKP berlangsung, sebisa mungkin dilakukan dengan cepat (tergantung situasi), kemudian menandai-menandai barang bukti maupun petunjuk, didokumentasikan dan dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) TKP,” tambahnya.

Menurut AKBP Shinto, pihaknya menekankan pentingnya membuat Berita Acara Pemeriksaan TKP karena selama ini hal tersebut belum pernah dilakukan. “Oleh karenanya, hal inilah yang sedang kami budayakan,” tutup perwira asal Medan ini. @nanda

Baca Juga:  Suami temukan chat mesum dan foto chek in istrinya dengan oknum perwira Polrestabes Surabaya