LENSAINDONESIA.COM: Kapolri Jenderal Tito Karnavian menduga pelaku penyerangan terhadap anggota polisi di Polres Banyumas, Jawa Tengah, terkait jaringan terduga teroris yang tewas ditembak di Tuban.

Menurutnya, motif yang dilakukan sama. Yakni menyerang anggota kepolisian. “Kami menduga ada hubungan karena sama-sama mendapat indtruksi instruksi serangan balasan pada petugas kepolisian,” terang Jenderal Tito Karnavian.

Sebelumnya, polisi menembak mati 6 terduga teroris saat kontak senjata di kawasan hutan Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Sabtu (8/4/2017). “Kemungkinan itu masih kami dalami. Nanti kalau sudah pasti, dari saksi dan tersangka (Banyumas) akan diekspos,” sambungnya.

Jenderal Tito Karnavian menjelaskan, rangkaian aksi penyerangan terhadap kepolisian gencar dilakukan setelah penangkapan terhadap tiga teroris di Lamongan pada Jumat (7/4/2017) lalu. Zaenal Anshori, Hendis Efendi, dan Hasan diamankan Densus 88 Anti Teror lantaran merupakan tokoh penting yang akan melancarkan serangan aksi ke polisi.

“Kami mendapat informasi, setelah penangkapan tokoh yang cukup penting Jamaah Ansharud Dhaulah (JAD) itu ada istruksi melakukan serangan balasan ke polisi. Sehingga peristiwa Tuban itu terjadi,” tandasnya untuk mengaitkan dengan aksi serangan terhadap petugas Polres Banyumas.

Seperti diberitakan sebelumnya, Muhammad Ibnu Dar dengan bersenjata parang menerobos masuk Polres Banyumas menggunakan motor matic hitam R 3920 SV. Dia menyerang polisi yang akan menggelar acara jumpa pers.

Pelaku sengaja menabrakkan motornya ke Aiptu Suparta sehingga keduanya jatuh. Usai menabrak, pelaku hendak kabur namun berhasil dihadang anggota Identifikasi, Brigadir Irfan.

Bukannya menyerah, pria ini menghunus parang dari balik jaketnya dan menyerang Brigadir Irfan. Melihat pelaku kalap, Brigadir Irfan berusaha menyelamatkan diri hingga ke depan pintu utama Polres Banyumas.

Melihat rekannya dalam bahaya, Brigadir Karsono berusaha mengamankan pelaku. Namun sabetan parang mengenai tangan kanannya dan pelaku kembali lari masuk ke dalam Mapolres sambil menantang puluhan anggota polisi yang berusaha menangkapnya tanpa menembak.

Tak lama kemudian, anggota Reskrim dan Intelkam yang sudah mengepung pelaku akhirnya berhasil mengamankan pria kalap tersebut. @LI-15