LENSAINDONESIA.COM: Militer Suriah mengklaim serangan udara koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) mengenai gudang penyimpanan gas beracun milik ISIS sehingga membocorkan zat beracun dan menewaskan ratusan warga sipil.

Televisi nasional Suriah mengutip pernyataan militer Suriah, Kamis (13/4/2017), insiden itu terjadi di Provinsi Deir al-Zor pada Rabu (12/4/2017) malam waktu setempat. Media Suriah menyebut insiden itu membuktikan bahwa ISIS dan militan terkait jaringan Al-Qaeda ‘memiliki senjata kimia’.

Namun klaim militer Suriah ini belum bisa dipastikan kebenarannya secara independen. Sampai saat ini juga belum ada tanggapan dari koalisi pimpinan Amerika Serikat yang melancarkan serangan udara terhadap ISIS di Suriah.

Pada 7 April lalu, Amerika Serikat melancarkan serangan rudal terhadap pangkalan udara Shayrat, Suriah. Serangan itu sebagai respon serangan kimia di Khan Sheikhun, Provinsi Idlib yang menewaskan lebih dari 80 warga sipil pada 4 April lalu.

Amerika Serikat dan negara-negara Barat meyakini Presiden Suriah Bashar al-Assad mendalangi serangan kimia itu. Namun tudingan itu dibantah keras militer Suriah yang menyalahkan kelompok pemberontak setempat.

Rusia juga menyangkal serangan kimia itu didalangi militer Suriah dan mengklaim gas beracun yang melanda Khan Sheikhun berasal dari kelompok pemberontak. @LI-15