LENSAINDONESIA.COM: Ade Triyono (57) warga Jl Karangrejo VIII Surabaya, diciduk Tim Anti Bandit Polsek Tegalsari. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir Takasi online ini dibekuk lantaran melakukan penggelapan mobil Toyota Avanza abu-abu L 1891 CD milik kawannya sendiri, Agus Wibowo.

Dalam aksinya melakukan penggelapan, pelaku tak sendirian, melainkan dibantu Saiful (30) warga Jl Sidotopo Lor Surabaya, yang bertugas sebagai perantara ke pembeli mobil.

Kapolsek Tegalsari Kompol Noerijanto mengatakan, kasus penggelapan bermula ketika pelaku Ade yang sejak Agustus 2016 mengajak korban untuk bekerja sama untuk menjalankan bisnis taksi online, dengan cara pelaku menyewa mobil korban.

“Enam bulan awal, setoran sewa mobil Rp 200 ribu per hari ke korban lancar-lancar saja. Nah, pas sudah masuk bulan ke 7 hingga puncaknya bulan ke 8, pikiran jahat pelaku pun muncul, yaitu ingin menggelapkan mobil korban dengan cara menjualnya,” terang Kompol Noerijanto, Kamis (13/4/2017).

Korban pun mulai curiga setelah bulan terakhir korban tak kunjung menyetorkan uang sewanya. Tak igin beresiko, korban berniat menarik mobilnya dengan mendatangi pelaku. Namun saat menanyakan keberadan mobilnya, korban mendapat jawaban berbelit-belit. Bahkan pelaku dengan santai mengatakan STNK-nya sudah digadaikan sebesar Rp 2 juta dan mobilnya tak diketahui keberadaannya. Seketika korban pun langsung melapor ke Polsek Tegalsari.

Setelah laporan diterima, selanjutnya Tim Anti Bandit Polsek Tegalsari melakukan penyelidikan dan berhasil mendapat informaso akan ada transaksi jual beli mobil di parkiran Giant Kedungdoro. Maka polisi bergegas menyusun rencana penyergapan.

“Ternyata benar, kedua pelaku kami tangkap saat akan melakukan transaksi. Keduanya pun langsung kami bawa ke Mapolsek Tegalsari untuk diperiksa beserta barang bukti mobil milik korban dan dua Hp yang digunakan untuk menjalankan aplikasi taksi Online (grab dan uber),” terang Kompol Noerijanto.

Dalam pemeriksaan, Ade mengaku akan menjual mobil tersebut ke pembeli seharga Rp 20 juta lewat perantara Saiful. “Untuk pelaku Saiful sendiri dijanjikan upah Rp 2,5 juta jika berhasil menjualkan mobil tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu di hadapan polisi, Ade mengaku nekat menggelapkan mobil tersebut lantaran gelap mata karena tengah terbelit hutang. “Rencananya kalau jadi dijual uangnya untuk saya bayarkan hutang saya sebesar Rp 15 juta dan untuk bayar upah untuk Saiful sebesar Rp 2,5 juta,” akunya. @nanda