LENSAINDONESIA.COM: Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muktamar Jakarta, Djan Faridz menyatakan komitmennya berjuang memenangkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dalam Pilgub DKI Jakarta.

Djan Faridz mengaku siap jenezahnya tidak disholatkan saat meninggal dunia karena pilihan mendukung Ahok-Djarot itu. “Saya ikhlas kalau meninggal nggak disholatin,” ujarnya.

Pilihan Djan Faridz itu ternyata juga berimbas pada pekerjaannya. Mantan Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) ini menceritakan, banyak proyeknya di BUMN dicoret karena mendukung Ahok-Djarot.

“Saya kerja di BUMN pegang proyek. Proyek saya gara-gara dukung Ahok dicoret, perbedaan pendapat membuat proyek saya dicoret. Namun saya ikhlas arena saya berjuang untuk umat Islam,” tambahnya.

Selain itu, Djan Faridz juga menuturkan, PPP telah membuat kontrak politik dengan Ahok-Djarot demi kemaslahatan umat Islam. Salah satunya adalah meminta Ahok-Djarot menggaji ustadz, ulama hingga pengurus masjid. “Saya minta marbot, ustadz dan habib digaji. Saya ini berjuang untuk umat Islam menjadikan pemimpin yang pro umat Islam,” pungkasnya. @LI-15