LENSAINDONESIA.COM: Membanjirnya informasi dan perang terhadap maraknya sampah berupa berita bohong (hoax) menjadi ruh pendirian wadah bagi pegiat dan pengelola media online Indonesia. Bertempat di Gedung Dewan Pers, Selasa (18/4/2017), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dideklarasikan bersama oleh sekitar 170 media daring se-Indonesia.

Deklarasi AMSI di Gedung Dewan Pers recananya dibuka Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo terlihat hadir bersama ratusan para pemimpin redaksi dan pimpinan perusahaan media online.

Acara AMSI ini dikemas dalam sebuah diskusi bertema ‘Profesionalisme Media Siber di Tengah Belantara Hoax’ sebagai topik diskusi dalam rangkaian acara deklarasi. Acara itu juga mengusung hashtag #BerantasHoax.

Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo, menjadi pembicara utama acara diskusi bersama Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Polisi Fadil Imran, Ketua Presidium AMSI Wenseslaus Manggut dan Public Policy Lead Twitter Indonesia, Agung Yudha.

Data yang diungkap Yosep Adi Prasetyo cukup mengejutkan. Jumlah publikasi online saat ini sudah melampaui 43.300 media dari total 47.000 media yang beroperasi di Indonesia. Ini merupakan fakta yang menunjukkan betapa media online yang bisa menghadirkan konvergensi media informasi, telah menjadi arus utama dan tren.

Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo mengharapkan AMSI bisa berfungsi sebagai verifikator dan berfungsi sebagai self-regulator. “Silahkan didata dulu, jika (media online) memenuhi syarat, dapat menjadi konstituen Dewan Pers. Jika bertambah maka akan semakin banyak dan semakin mudah melakukan kesepakatan di antara kita,” paparnya.

Menurutnya, AMSI ikut menyaring media online yang pers dan nonpers. Pasalnya, Dewan Pers hampir tiap hari menerima pengaduan masyarakat dan humas se-Indonesia atas maraknya berita hoax. “Pertanyaannya selalu sama. Apakah media ini pers? Kalau bukan media online pers, bukan kewenangan Dewan Pers dan tak bisa dilindungi dengan UU Pers,” sambung Yosep Adi Prasetyo

Jumlah anggota AMSI sendiri, tercatat sudah melebihi 170 media online dari berbagai daerah di Indonesia. Ke depan, AMSI akan menjadi salah satu stakeholder Dewan Pers bersama 7 stakeholder lain yang sudah ada yakni: PWI, AJI, IJTI, PRSSNI, ATVSI, ATVLI dan SPS.

“Kami perkirakan jumlahnya akan terus bertambah. Kami membuka kesempatan bagi seluruh media online. Hingga saat ini, AMSI masih berbentuk presidium dengan anggota 26 media online yang bertugas selama 3 bulan untuk membuat AD ART dan kepengurusan,” kata Ketua Panitia Deklarasi AMSI Ismoko Widjaya.

Sementara Ketua Presidium AMSI, Wenseslaus Manggut, menjelaskan ‎AMSI dideklarasikan untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap media digital yang belakangan ini meredup karena banyaknya berita hoax yang beredar. “Alasan kami deklarasikan asosiasi ini agar industri digital ini lebih sehat dan positif untuk publik dan agar dipercaya kalangan bisnis,” paparnya.

Pemimpin Umum LensaIndonesia.com, Arief Rahman, yang turut menghadiri acara deklarasi, menyatakan sangat mendukung terbentuknya asosiasi media siber seperti AMSI. “AMSI akan mengembalikan media siber di seluruh Indonesia dalam rel perusahaan pers yang sehat sesuai UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik,” tukasnya. @LI-15