LENSAINDONESIA.COM: Sanusi dan Setiadi dua terdakwa pencabulan terhadap ABG yang mengalami keterbelakangan mental, sebut saja namanya Melati (13), diganjar 5 tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (19/4/2017).

Ketua Majelis Hakim Dwi Purwadi dalam membacakan amar putusan menilai kedua pelaku yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang parkir itu bersalah lantaran melakukan pencabulan terhadap Melati. “Menjatuhkan hukuman selama 5 tahun penjara terhadap kedua terdakwa dan membebankan biaya sidang terhadap keduanya,” tegas Hakim Dwi Purwadi.

Vonis yang dijatuhkan Hakim Dwi ini lebih ringan 2 tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wilhelmina Manuhutu. Pada persidangan sebelumnya, JPU dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya ini menuntut kedua pelaku pencabulan itu dengan hukuman 7 tahun penjara.

Atas vonis 5 tahun penjara ini, kedua terdakwa langsung menyatakan pikir-pikir apakah akan mengajukan upaya hukum banding atau tidak. “Kami pikir-pikir pak hakim,” terang kedua terdakwa kepada hakim Dwi.

Perlu diketahui, kedua terdakwa ditangkap polisi usai orang tua Melati membuat laporan ke Unit PPA Polrestabes Surabaya pada Oktober 2016. Laporan itu dibuat, lantaran korban mengaku telah dicabuli kedua terdakwa di pos satpam Kompleks Pertokoan Dupak Grosir. Selain keduanya, dalam kasus pencabulan ini sebenarnya ada tiga pelaku lagi lainnya yang sampai saat ini masih buron.

Saat melakukan aksinya, para pelaku mengiming-imingi korban uang Rp 15 ribua. Setelah ABG dengan kebutuhan khusus itu tertarik, dia langsung ‘digarap’ para pelaku.

Kedua terdakwa dijerat pasal 81 dan 82 UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.@rofik