LENSAINDONESIA.COM: Keberadaan pasar grosir di Surabaya harus sesuai dengan ijin dan tidak bisa sembarangan melakukan transaksi. Ketua Komisi B DPRD Surabaya Mazlan Mansyur mengatakan saat dirinya banyak menemukan keluhan dari pedagang pasar grosir resmi yang terganggu dengan adanya transaksi grosir liar atau tanpa ijin.

Diantaranya  yang sempat dikeluhkan pedagang Pasar Induk Osowilangun (PIOS) yang sempat mengadu ke DPRD Surabaya karena kondisinya sepi dan kalah dengan pasar grosir tak berijin

Mazlan Mansur meminta kepada perwakilan Dinas Perdagangan Pemkot Surabaya untuk segera bertindak tegas menindaklanjuti keluhan para pedagang PIOS itu. Sebab, kondisi ini sudah lama terjadi dan masih terkesan dibiarkan oleh Pemkot Surabaya.

“Ini harus segera dievaluasi izinnya. Pemkot tidak bisa menutup mata karena ada keluhan di masyarakat,” kata Mazlan kepada LIcom, Rabu (19/04/2017).

Bahkan, ia meminta kepada Pemkot Surabaya untuk segera mengeluarkan surat peringatan kepada para pedagang grosir illegal yang tidak mematuhi perda. Apabila memang melanggar, maka pasar tersebut bisa sampai pada pencabutan izin dan pembekuan atau bahkan penutupan pasar.

“Jadi, Pemkot harus segera bertindak cepat mengatasi ini, karena ini sudah lama,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu pedagang pasar PIOS, Kadek mengaku sangat terganggu dengan adanya pasar grosir liar yang berada di beberapa tempat di Kota Surabaya,

“Karena berdampak terhadap penjualannya yang semakin sepi. Pemkot harus tegas menerapkn aturan soal pengelolahan pasar grosir,” katanya,

Menurut Kadek, pasar grosir illegal itu adalah pasar-pasar yang tidak mengantongi izin menjual grosir dan hanya mendapatkan izin menjual eceran. Namun, kenyataannya di lapangan mereka juga menjual grosir, sehingga pasar tersebut sudah melanggar Peraturan daerah karena tidak sesuai dengan perizinannya.

“Saya minta peraturan daerahnya segera ditegakkan. Kalau izinnya eceran ya harus jual eceran, kalau izinnya grosir maka harus jual grosir,” kata dia.

Pasar grosir illegal ini ditemukan di beberapa tempat, diantaranya Pasar Tanjungsari dan Dupak serta beberapa pasar grosir lainnya yang tidak mengantongi izin grosir. Adapun dampak dari pasar grosir illegal ini sangat signifikan terhadap para pedagang di PIOS.@wan