LENSAINDONESIA.COM: Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan menyatakan petugas kepolisian mengamankan sekelompok orang yang memaksa masuk ke tempat pemungutan suara (TPS) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta Putaran Kedua 2017.

“Ada di (Jakarta) Timur sekitar tujuh-delapan orang yang mencoba masuk TPS tapi sudah diamankan,” kata Irjen Polisi M Iriawan di Jakarta Rabu (19/4/2017).

Iriawan memastikan petugas telah mengamankan orang tersebut di markas kepolisian sektor setempat guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Selain itu, Iriawan menerima laporan kekurangan surat suara di wilayah Jakarta Utara namun telah dikoordinasikan dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta. Iriawan mengatakan sejauh ini belum ada mobilisasi massa dari luar kota yang masuk ke willayah DKI Jakarta namun aparat keamanan tetap bersiaga.

“Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya tetap berjaga hingga menjelang penghitungan suara,” ujar mantan Kapolda Jawa Barat itu.

Terkait situasi dan kondisi keamanan saat pemungutan suara, polisi jenderal bintang dua itu menyatakan DKI Jakarta dalam keadaan kondusif. DKI Jakarta menggelar Pilkada Putaran Dua yang diikuti pasangan calon Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Sebelumnya, polisi juga membubarkan sekelompok orang yang mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) 05 Kuningan Timur, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan. Di TPS ini, mantan Presiden BJ Habibie menggunakan hak suaranya.

Sekelompok orang berpakaian putih-putih itu diduga hendak melakukan tamasya Al Maidah dengan mengawasi TPS. Mereka membubarkan diri setelah diancam dibawa ke polsek.
“Kami imbau mereka untuk kembali, tadinya mereka tidak mengindahkan. Kemudian saya ancam akan membawa mereka ke Polsek apabila tidak bubar dan mereka akhirnya bubar,” jelas Kapolres Jaksel Kombes Iwan Kurniawan. @licom