Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.   
Kader Muda minta Konfercab NU Jombang bebas intervensi politik
Nahdlatul Ulama (NU). Foto: Logo
HEADLINE JATIM RAYA

Kader Muda minta Konfercab NU Jombang bebas intervensi politik 

LENSAINDONESIA.COM: Para kader muda Nahdlatul Ulama (NU) meminta Konferensi Cabang (Konfercab) Nahdlatul Ulama Jombang yang akan digelar pada 22-23 April 2017 harus bersih dari intervensi partai politik.

Mengingat ada anggapan bahwa Konferensi PCNU Jombang ada berbagai kepentingan elit partai politik dan pengusaha maupun korelasi pada Pilkada Jombang 2018 mendatang.

Berbagai upaya kader Nahdlatul Ulama baik itu Badan Otonom maupun Lembaga meminta agar Konfercab NU Jombang ini menghasilkan pemimpin yang jauh dari intervensi partai politik dan membangun Nahdlatul Ulama secara utuh untuk kemandirian dan tanpa kepentingan pengusaha maupun elit politik tertentu.

“Sudah saat nya NU steril dari tekanan politik/ intervensi Parpol manapun. Waktunya NU benar-benar gagah tegak berdiri, mandiri, berdikari tanpa adanya ketergantungan kepada partai, kepentingan politik, pemerintah, atau siapapun (orang asing/pengusaha non NU),” kata Ketua GP Ansor Cabang Jombang Zulfikar D Ikhwanto kepada LICOM, Kamis (20/04/2017).

Zulfikar mengungkapkan, besarnya jumlah jama’ah NU memiliki potensi luar biasa bila dikelola dengan baik. “Kenapa harus ada kepentingan partai yang mengekor, kita semua harus belajar dari waktu ke waktu. Konfercab NU Jombang 2017 ini tanpa menjadi peminta-minta, baik itu dari sponsoship perusahaan maupun bantuan dana APBD Jombang dan hari bisa dilihat sudah terkumpul dana ratusan juta, bahkan melebihi target panitia,” bebernya.

Untuk itu diharapkan semua kader Nahdlatul Ulama Jombang harus bangkit dan jangan ada keraguan dengan kehebatan NU. “Ada banyak hikmah contoh sejarah atau peristiwa yang menunjukkan betapa Kemandirian Jam’iyyah NU ini dapat semakin kelihatan kemaslahatannya, dan sangat bisa dirasakan kehadirannya, tentunya segala aktivitasnya betul-betul ‘hidup’,” terangnya.

Dengan demikian ketika mampu menjaga jarak dengan intervensi partai politik dan elitnya, maupun kepentingan pengusaha atau penguasa sekalipun.” Dapat kita jaga marwah organisasi dan ketulusan berkhidmatnya juga sangat membuat kita semakin terlihat kemandirian ini, sehingga umatpun merasakan betapa Jam’iyyah NU ini sangat ‘ngopeni’ dan ‘dekat’ dengan dirinya (ummat),” tuturnya.

Baca Juga:  Pelanggan tembak mati pelayan resto karena lama sajikan pesanan

Zulfikar atau Gus Antok menambahkan jika kita harus mengedepankan kepentingan Jam’iyyah, tidak mengedepankan kepentingan pribadi pengurusnya atau kepentingan politik tertentu. Ini yang harus kita jaga marwah NU dan mengamalkan Khittah NU 1926, yang menegaskan NU sebagai Jam’iyyah Diniyah Ijtimaiyyah (Gerakan Sosial Keagamaan), bahwa NU tidak terikat dengan Partai Politik dan Ormas tertentu.

Untuk itu seyogyanya jenjang kaderisasi yang sudah maklum adanya, harus dijalankan sebaik-baiknya, IPNU/IPPNU, PMII, Ansor NU, Fatayat NU, Muslimat NU, sehingga tidak memaksakan mengambil pengurus dari latar belakang yang ‘tidak jelas’ atau tidak sesuai disiplin kaderisasi di NU. Maka dari itu, harus ada upaya tertib kaderisasi bukan pragmatis untuk kepentingan elit politik, pengusaha dan penguasa,” tegasnya.

Sehingga dalam Konfercab NU Jombang diharapkan ada alumni Ansor atau kader Ansor yang bisa menakhkodai NU Jombang ke depan, sesuai dengan apa yang menjadi jenjang organisasi.” Ini bukti sebuah penghargaan atas organisasi kader seperti Ansor ini yang juga seringkali dibilang sebagai masa depannya NU,” tandasnya.

Pelaksanaan Konfercab NU Jombang digelar pada tanggal 22 – 23 April 2017 di Pondok Pesantren Tebuireng. Dari berbagai kabar yang beredar dikalangan warga Nahdliyin di Jombang muncul berbagai nama yang akan melamar menjadi pucuk pimpinan di PCNU Jombang yakni H Munaf Kusnan yang notabene mantan sekretaris daerah kabupaten Jombang, kedua Gus Salman Pengasuh Pesantren Kalibening, Ketiga H Basarudin Kepala Desa Banjarsari dan seorang pengusaha, keempat H Junaidi Hidayah Pengasuh Pesantren Al Aqobah Diwek.@Obi