Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.  
Konfercab NU Jombang harus bisa hasilkan pemimpin tegas dan berani
KH Isrofil Amar saat membuka bazar NU di Tebuireng kemarin sore, salah rangkaian acara Pra Konfercab NU Jombang.(LICOM/M. Ibnu Alfarobi)
HEADLINE DEMOKRASI

Konfercab NU Jombang harus bisa hasilkan pemimpin tegas dan berani 

LENSAINDONESIA.COM : Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama Jombang akan dilaksanakan Sabtu (22/4/17). Diharapkan sosok pemimpin NU Jombang harus punya kredibilitas yang berakhlaq karimah dan menguasai organisasi.

Berbagai suara kader mulai nampak terlihat untuk mewujudkan NU Jombang bersih dari berbagai elit kepentingan politik, pengusaha dan penguasa. Disamping itu, warga nahdliyin Jombang menginginkan ada perubahan dalam gerakan organisasi NU yang mampu berdiri secara mandiri dan terlepas dari politik praktis.

Dari informasi yang diperoleh ada sejumlah nama yang muncul ke permukaan, mereka siap mengantikan Dr KH Isrofil Amar. Nama itu diantaranya KH Junaidi Hidayat (Pengasuh Pondok Pesantren Al Aqobah), Gus Fahmi (Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang), dan Gus Salman (PP Kali Bening Mojoagung), dan H Basarudin kader NU alumni Ansor yang sukses dalam bidang usaha dan pemerintahan.

KH Isrofil Amar Ketua PCNU periode 2012 – 2017 terkait pelaksanaan Konferensi NU Jombang di Tebuireng berharap ada kader yang bisa menakhkodai organisasi secara menyeluruh tanpa tendensi kepentingan apapun.

“Para calon yang muncul adalah kader NU yang baik, NU sekarang butuh kader yang menguasai organisasi dan mau bergerak. NU harus gerak. Dan yang terpenting, jangan ada tendensi apa apa,” tuturnya.

Kiai Isrofil menambahkan para kader itu harus sudah mengikuti Pendidikan Kader Penggerak NU (PKPNU).”Ini penting karena PKPNU telah terbukti sukses menggembleng kader-kader NU menjadi militan. Tantangan NU ke depan semakin berat. Termasuk maraknya paham radikal dan aksi teror. Menghadapi semua itu, NU butuh pemimpin yang berani dan ikhlas.

Warga Nahdliyin Jombang berharap pada Konfercab NU mampu memilih sosok pemimpin yang tulus, ikhlas bekerja untuk organsiasi, bukan menjadi cukong politisi.

Baca Juga:  Palsukan akta waris mendiang istri, Datuk Iksan Marsudi diadili

“Semoga Konfercab NU Jombang menghasilkan pemimpin yang berani tegas dan amanah, tidak terpengaruh oleh arus kepentingan politik tertentu. Kepemimpinannya harus murni untuk jamiiyyah dan jamaah NU,” imbuh Gugun Adiwijaya Aktivis Muda NU.

Adiwijaya mengungkapkan bahwa selama ini perjalanan NU sudah luar biasa untuk membangun kemandiriannya. Terlebih khazanah ke-NU-an harus bisa menyebar ke semua lini kehidupan. Banyak tantangan yang harus dihadapi kedepan, apalagi arus radikalisme sudah sangat mengkhawatirkan.

Tak hanya itu saja, arus kepentingan elit politik akan begitu kental terasa karena sebentar lagi menghadapi momentum Pilkada, Pileg, dan Pilpres.

“Untuk itu, kita semua harus berbenah membangun gerakan yang bisa menelurkan banyak kader pemimpin yang amanah, jujur, militan, terlebih punya kapasitas dan kredibilitas yang progresif. Tanpa harus terseret pada arus politik praktis, dengan menggelorakan khazanah ke NU an di semua lini sektor. Sehingga organisasi NU tetap terjaga marwah dan kemandiriannya,” tutur Gugun sapaan Akrab yang juga ketua PAC Ansor Gudo.@Obi