Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Kerusuhan warnai putaran pertama Pilpres Prancis
Polisi anti kerusuhan Prancis bentrok dengan demonstran setelah hasil sementara putaran pertama pemilihan presiden Prancis 2017, di Paris (23/04/17), petang hingga malam waktu setempat. Foto: REUTERS
Eropa

Kerusuhan warnai putaran pertama Pilpres Prancis 

LENSAINDONESIA.COM: Bentrokan antara aparat keamana dan kelompok massa demonstran mewarnai jalannya Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) Prancis.

Kerusuhan ini terjadi beberapa saat setelah tempat pemungutan suara (TPS) ditutup setelah rakyat memberikan suaranya dalam putaran pertama pemilihan Pilpres Prancis.

Aksi massa di Ibu Kota Prancis, Paris yang menentang pelaksanaan Pilpres tersebut mendapat reaksi dari aparat keamanan.

Dilaporkan Sputnik, Senin (24/4/2017), polisi menggunakan peluru asap dan bergerak maju ke arah demonstran yang berusaha merusak pagar lapangan Place de la Bastille di pusat Kota Paris. Polisi kemudian mulai membubarkan massa.

Dilaporkan, seorang perempuan mengalami luka di lehernya di tengah terjadinya demonstrasi. Perempuan itu telah mendapatkan perawatan medis dari polisi yang berusaha mencegah pendarahannya.

Pemungutan suara Pilpres putaran pertama berakhir setelah TPS ditutup pada pukul 19.00 waktu setempat. Di beberapa kota besar, panitia pemungutan suara bisa diperpanjang hingga pukul 20.00. Media Prancis dilarang oleh undang-undang memublikasikan hasil penghitungan sementara hingga TPS terakhir tutup.

Berdasarkan penghitungan cepat Kementerian Dalam Negeri Prancis, capres aliran ekstrem kanan, Marine Le Pen sementara unggul dengan 24,15 persen suara. Sementara saingan terdekatnya Emannuele Marcon hanya meraih 21,43 persen suara.@LI-13

Baca Juga:  Sekelompok pemuda mabuk serang warkop, seorang pengunjung terluka