Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Macron dan Le Pen unggul perolehan suara Pilpres Prancis putaran pertama
Calon Presiden Emmanuel Macron dan capres Marine Le Pen. Bakal bersaing putaran kedua Pilpres Prancis. Foto: Istimewa
Eropa

Macron dan Le Pen unggul perolehan suara Pilpres Prancis putaran pertama 

LENSAINDONESIA.COM: Persaingan perolehan suara calon presiden Emmanuel Macron dari Partai En Marche dan capres Marine Le Pen pemimpin ekstrem kanan berlangsung ketat dalam Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) Prancis putaran pertama.

Hasil penghitungan awal putaran pertama menunjukkan dua favorit itu meraih posisi pertama dan kedua dalam perolehan suara.

Dilaporkan Reuters, Senin (24/04/2017), dalam persaingan yang sengit, lembaga survei Harris memproyeksikan Macron mendapatkan 24 persen suara, unggul dari Le Pen yang diperkirakan mendulang 22 persen suara.

Sementara lembaga survei lainnya, Elebe menempatkan perolehan suara Macron di 23,7 persen meninggalkan Le Pen yang diproyeksikan mendapat 22 persen suara.

Dua kandidat kuat lainnya, Jean-Luc Melenchon dan Francois Fillon masing-masing diproyeksikan mendapatkan 20 persen suara yang otomatis mengeliminasi mereka dari persaingan di putaran kedua. Sebelum pemungutan suara, Fillon dan Melenchon dan memang selalu berada di belakang Le Pen dan Macron dalam hasil jajak pendapat.

Meski relatif kurang berpengalaman di bidang politik dibandingkan rivalnya, Macron senantiasa berada di urutan teratas dalam jajak pendapat menjelang pemungutan suara. Mantan bankir yang juga eks Menteri Keuangan Prancis itu selalu ditempatkan sebagai favorit dibandingkan dengan Le Pen.

Jika hasil ini menjadi kenyataan, maka Pilpres putaran kedua nanti akan menjadi ajang persaingan antara dua politikus dengan pandangan yang sangat berseberangan, terutama dalam bidang ekonomi. Macron adalah kandidat pro Uni- Eropa sementara Le Pen telah berulang kali menyerukan Prancis untuk mengikuti jejak Inggris dan angkat kaki dari blok ekonomi Benua Biru itu.

Kandidat sosialis Benoit Hammon yang telah tersingkir meminta para pemilih untuk memberikan dukungan mereka pada Macron di putaran kedua Pilpres nanti. Hal yang sama juga disampaikan Francois Baroin, anggota parlemen dari kubu Fillon.

Baca Juga:  Wiranto diserang orang tak dikenal di Pandeglang

Siapa paling kuat?
Untuk putaran pertama, sejumlah hasil survey menjagokan Le Pen, tetapi masih dalam hasil survey, wanita berusia 46 tahun itu akan kalah di putaran kedua.

Dalam debat televisi pertama, kelima kandidat berargumen mengenai berbagai hal, seperti ekonomi, poltik luar negeri dan juga masalah pendatang.

Sejumlah pengamat mengatakan, masing-masing kandidat punya kelebihan dan kelemahan, sehingga sulit menentukan siapa yang teratas dalam debat pertama di televisi tersebut.

Pengamat Pierre Briançon lewat akun Twitter-nya mengatakan bahwa Fillon tampil cukup bagus. Ini tak mengherankan karena dari lima kandidat yang ada, Fillon merupakan capres tersenior dan juga memiliki paling banyak pengalaman.

Hasil Pilpres putaran kedua pada 7 Mei 2017 mendatang akan menentukan posisi dan masa depan Prancis di Eropa dan sebagai sebuah negara dengan kemampuan nuklir dan pemegang hak veto PBB.@LI-13