LENSAINDONESIA.COM: Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf mengaku keputusannya running di bursa Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018 demi memenuhi keinginan konstituennya.

Nurhyati juga sudah berkeliling dan sowan (izin) kepada kiai-kiai di daerah Jatim untuk memperkenalkan diri yang akan maju di Pilgub Jatim.

“Saya sudah keliling, saya sudah sowan kiai, sowan masyarakat yang menginginkan saya maju ikut di Jatim 1,” kata dia di Jakarta, Rabu (26/4/2017).

Anggota dari dapil Malang Raya itu menjelaskan bahwa sebagai kader partai berlambang Mercy itu, dia akan melanjutkan program Gubernur Jatim yang juga Ketua DPD Demokrat Jatim, Soekarwo. “Pakde Karwo (sapaan akrab Soekarwo,red) ini kan memang programnya sangat disukai masyarakat. Jadi siapa yang bisa melanjutkan. Ya mudah-mudahan Demokrat lagi yang bisa melanjutkan apa yang sudah dilakukan Pakde Karwo selama ini,” ujarnya.

Dia tak menampik ada nama yang populer lebih dulu dan jadi pesaing berat seperti Khofifah. Namun begitu, dirinya tak merasa ciut dan menganggapnya sebagai bentuk keniscayaan dalam demokrasi.

Menurut Nurhayati pihaknya yang paling terpenting dirinya ingin memberikan pendidikan politik kepada masyarakat bahwa ingat hak memilih itu adalah hak hidupnya untuk mengatur hidupnya selama lima tahun. Jangan sampai terjebak memilih berdasarkan pada politik uang.

“Jadi kalau mau memilih pemimpin dia harus sadar betul yang dititipkan itu hak hidupnya selama lima tahun ke depan. Kenapa saya katakan demikian? Karena pemimpin, kepala daerah, wali kota kemudian eksekutif itu yang menentukan program-program. Kan pajak jadi mahal, terus sandang pangan papan kesehatan pendidikan itu kan lima tahun sekali dia titipkan haknya dia. Nah kalau dia titipkan dengan uang, ya nggak ada artinya. Bayangkan ruginya dirinya yg memilih kalau hanya dengan uang,” jelasnya.@dg