LENSAIND0NESIA.COM: Usai melakukan pertemuan tertutup dengan Komisi Kejaksaan (Komjak), Direktur Satuan Tugas Pengurus Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Gufroni mengatakan berharap laporan tersebut ditindaklanjuti.

Pemuda Muhammadiyah melaporkan jaksa penuntut kasus sidang penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama dengan dugaan tidak independen.

“Jadi laporan kami.sudah diterima oleh Komjak dan akan dilakukan rapat pleno atas pengaduan kami, apakah akan ada tindaklanjutnya kita akan menunggu beberapa hari ke depan,” kata Gufroni di Gedung Komjak Jalan Rambay, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (26/4/2017).

Dalam laporanya Satgas Pemuda Muhammadiyah dengan terlapor adalah JPU.Dengan Nomor Register LP/ 31303-0323/BTT/KK/2017.

Dia menyampaikan bahwa pihak Komjak akan segera memanggil pihak terlapor JPU dalam kasus penodaan agama.

“Jadi kemungkinan dari rapat pleno Kamis depan pihak-pihak yang terkait dalam persoalan dimintai keterangan atau klarifikasi, termasuk tim jaksa dalam perkara sidang tersebut,” jelasnya.

Dia berharap agar Komjak bisa bersikap tegas dalam melakukan pemeriksaan terhadap JPU kasus penodaan agama.

Untuk diketahui, JPU telah menuntut Ahok dengan menggunakan Pasal 156 a KUHP dengan ancaman maksimal 5 tahun dan dakwaan alternatif kedua dengan Pasal 156 KUHP dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara.

Namun hingga kini tuntutan terdakwa Ahok oleh JPU dengan tuntutan hukuman 1 tahun penjara dan dengan masa percobaan dua tahun masih menuai kritikan, karena dinilai banyak pihak terlalu ringan. @agus_irawan