Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Polytron sabet penghargaan dari Majalah SWA sebagai Indonesia Most Creative Companies 2017 baru-baru ini.

Penilaian dilakukan oleh tim Majalah SWA kerjasama dengan PPM Manajemen dan Swanetwork. Hal tersebut meliputi tingkat kreativitas, dampak positif terhadap kemajuan bisnis dan industri serta sustainabilitas.

Tekno Wibowo, Marketing Director dari Polytron mengatakan, Polytron dianggap berhasil dalam hal inovasi produk yakni melahirkan kreativitas dan kinerja yang konsisten dan menyeluruh, inovasi dalam hal layanan, dan strategi pemasarannya.

“Misal pada Air Conditioner Neuva Ice. AC ini dilengkapi teknologi pendinginan yang ekstrim dan cepat, yakni teknologi Fastest Cooling mampu mencapai suhu 18°C dalam waktu 7 menit, hal ini tentunya didukung teknologi High Efficiency Cooling Engine. Proses pendinginan yang ekstrim dan cepat dengan kemampuan 40% lebih cepat dari AC biasa”, papar Tekno di Jakarta, Rabu (26/04/2017).

Begitu pula mesin cuci Zeromatic Belleza, lanjut Tekno, mesin cuci besutan Polytron ini dibekali fitur layar sentuh (touch screen) yang sedang tren untuk perangkat elektronik masa kini, dengan MO-TO Control (Move by Touch) yang didukung Proximity Sensor akan membuat lampu panel menyala jika didekati tangan dan akan menyala lebih terang bila disentuh.

Untuk TV LED panel besar, belum lama ini Polytron merilis 4K Smart Ultra HD dilengkapi fitur Ultra HD Megapixels berresolusi empat kali lebih tinggi dari televisi Full HD biasa, menghadirkan hiburan berkualitas bioskop mutakhir di rumah.

Selain Teknologi High Dynamic Range (HDR) yang menyajikan rangkaian warna lebih luas, HDR juga meningkatkan detil gambar dan memberikan kualitas gambar optimal.

“Untuk jajaran smartphone, Polytron juga memiliki flagship Prime 7S dan membangun FIRA OS, sebuah operating system berbasis Android. FIRA OS dikembangkan Polytron untuk smartphone besutannya sebab layanan ini terintegrasi sistim pembayaran digital, produktifitas dan layanan hiburan yang dirancang khusus untuk konsumen Indonesia,” pungkas Tekno.@Rel-Licom