Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Lima kali ditunda, Jaksa tidak serius sidangkan penyuplai Narkoba ke polisi?
Serbuk sabu menghancurkan bukan hanya pengguna, tapi juga seluruh keluarga besar pengguna jika sudah terjerat hukum dan berproses di kepolisian, kejaksaan, serta pengadilan, hingga dijeploskan ke LP. @foto:dok.ist
Hukum

Lima kali ditunda, Jaksa tidak serius sidangkan penyuplai Narkoba ke polisi? 

LENSAINDONESIA.COM: Sidang terdakwa Hadi Sunarto alias Yoyok (47) warga Jl Kertajaya IX B Dalam, penyuplai Narkoba terpidana mati Aiptu Abdul Latief, ternyata kembali ditunda.

Penundaan sidang kelima kalinya ini, terdakwa dikabarkan sakit. Hal itu diungkapkan Jaksa penuntut umum (JPU) I Putu Gusti Karmawan, saat ditemui LIcom di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (27/4/2017).

“Hari ini gak jadi sidang lagi, soalnya terdakwa sakit setelah mengikuti acara tadi,” ungkapnya singkat sambil berlalu.

Sementara Kuasa hukum terdakwa, Didi Sungkono saat dihubungi melalui ponselnya tidak menjawab, meski terdengar suara menyambung. Begitu pula dengan pesan singkat yang dikirim juga tidak dijawab.

Seperti diberitakan sebelumnya, terdakwa Hadi Sunarto (Yoyok) alias Took penyuplai 13 kg
Sabu kepada oknum Polisi anggota Reskrim Polsek Waru, Kamis (5/1/2017) menjalani sidang perdana.

Dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gusti Putu Karimawan dari Kejari Surabaya, diterangkan bahwa terdakwa Hadi Sunarto alias Yoyok merupakan bos dari Tri Diah Torissiah alias Susi yang menjembatani antara Aiptu Abdul Latief dan terdakwa.

“Tri Diah Torissiah alias Susi yang mendekam di Lapas Medaeng menghubungi terdakwa yang sedang menghuni Lapas Nusakambangan lalu memesan Narkoba,” terang JPU Gusti Putu Karimawan.

Dalam pengembangan yang dilakukan Sat Reskoba Polrestabes Surabaya, diperoleh pengakuan Susi bahwa narkoba itu merupakan suplai dari Hadi Sunarto.

“Dalam penggerebekan yang dilakukan polisi di rumah kontrakan Aiptu Abdul Latief bersama pacarnya (Indri) di Jl Pasar Wisata Sidoarjo, petugas menemukan barang bukti sabu seberat 13 kg,” tambah JPU Gusti Putu.

Saat sidang usai, terdakwa Yoyok ditemui LICOM, dia menyangkal kalau mengenal ketiga terdakwa. “Tidak, saya tidak mengenal mereka,” ujarnya singkat.

Baca Juga:  FKPPI tantang Cawali wujudkan air layak minum untuk masyarakat Surabaya

Terpisah, Jaksa Gusti Putu Karimaan ditanya soal pernyataan Hadi Sunarto mengaku tidak mengenal ketiga terdakwa itu, dia menganggap hal itu adalah hak terdakwa.

“Dalam pengembangan dan penggeledahan polisi dalam Lapas Nusakambangan, ditemukan
barang bukti Hp, berikut rekaman percakapan mereka,” pungkasnya.

Kuasa hukum terdakwa, Didi Sungkono, menjelaskan adanya dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan Sat Reskoba Polrestabes Surabaya dengan menyebut kliennya saat diinterograsi ditempatkan dalam sel macan dan mendapat siksaan fisik.

“Nanti, kami akan buktikan di persidangan, bahwa disini memang ada pelanggaran HAM yang dilakukan polisi saat melakukan penyidikan,” terangnya.

“Jangan sampai di pengadilan ini ada mafia hukum, dimana orang yang tidak bersalah dihukum. Nanti, akan kami buktikan dalam persidangan. Klien kami juga mencabut semua keterangan di-BAP, karena saat dilakukan pemeriksaan mendapat siksaan fisik,” pungkasnya.

Terdakwa merupakan residivis dan pernah menjalani hukuman selama 35 tahun tersebut, dijerat pasal 114 ayat (2) Undang-undang no 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan diancam hukuman mati. @rofik