Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah mengingatkan Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) agar memperhatikan hak pertunjukan lagu religi selama Ramadhan bulan depan.

Menurut Anang, hak pertunjukan (performing right) sangat perlu diperhatikan oleh LMK dan LMKN karena dalam setiap pemutaran dan penanyangan lagu-lagu religi tersebut ada hak ekonomi yang dimiliki para musisi, artis dan pengarang lagu.

“Saya mengingatkan LMK dan LMKN untuk perhatikan hak ekonomi yang dimiliki para musisi, artis dan pencipta lagu atas hak pertunjukan lagu-lagu religi selama bulan ramadhan dan hari raya yang memang dipastikan akan meningkat,” ujar Anang dalam keterangan tertulis yang diterima lensaindonesia.com di Jakarta, Jumat (05/05/2017).

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan, lagu-lagu bertema religi selama ramadhan bakal meningkat yang mudah dijumpai di berbagai media dan saluran. “Mulai di televisi, radio, mal, restoran, hingga hotel, lagu religi kerap diputar dan ditayangkan. Pemutaran dan penanyangan lagu-lagu religi tersebut ada hak ekonomi yang dimiliki para musisi, artis dan pengarang lagu. Di situlah peran LMK dan LMKN untuk menegakkan UU No 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta,” tegas Wakil Ketua Umum DPP Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) ini.

Musisi asal Jember ini juga memprediksi tren meningkatnya pembajakan lagu religi akan terjadi di bulan ramadhan. Ia mengingatkan agar aparat penegak hukum memberi perhatian khusus atas peningkatan pembajakan khususnya yang menimpa lagu-lagu religi di bulan ramadhan dapat ditekan.

“Ramadhan juga dimanfaatkan oleh pembajak untuk membajak lagu-lagu dan karya musik jenis religi. Ini sungguh miris. Makanya, saya ingatkan dari sekarang agar aparat kepolisian memberi perhatian atas praktik pembajakan khususnya selama ramadhan,” tandas Anang.@LI-13