LENSAINDONESIA.COM: Tiga bandar judi antar provinsi yang divonis empat bulan dari delapan bulan penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Surabaya. Menghadapi putusan ini, Jaksa penuntut umum (JPU) Ratna Fitri Hapsari dari Kejati Jatim, enggan mengajukan banding.

Tiga bandar judi yang dijatuhi vonis ringan oleh hakim Dwi Purwadi yakni, Suwandono, Tetro Siongjono dan Heryanto. Saat dikonfirmasi, jaksa penuntut umum Ratna tidak membantah atas vonis ringan tersebut. “Iya sudah divonis 4 bulan penjara, sebelumnya dituntut 8 bulan,” ujarnya.

Disinggung adanya upaya banding, JPU Ratna mengaku tidak perlu, karena dianggap sudah sesuai dengan tuntutan. “Tidak perlu banding. Kalau pidana umum tidak mengatur masalah putusan itu, kecuali pidana korupsi bila lebih dari 2/3 tuntutan maka dilakukan banding,” kata Ratna.

Jaksa Ratna juga menjelaskan, pihaknya menuntut ringan ketiga bandar judi tersebut terbukti hanya turut serta dalam permainan judi dan melanggar pasal 303 ayat 1 ke-2 KUHP. “Mereka hanya terbukti turut serta dalam permainan judi,” kilahnya.

Perlu diketahui, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim berhasil mengungkap jaringan judi antar provinsi yang beromset miliaran rupiah pada Februari lalu. Dari hasil pengungkapan tersebut petugas berhasil menangkap delapan bandar yang diketahui satu diantaranya adalah Ahmad Jainuri yang merupakan mantan anggota DPRD Lumajang dari Fraksi Kebangkitan Bangsa.

Selain Jainuri, para bandar lain yang berhasil ditangkap yakni Tetro Siongjoni, Heryanto, Kholik, Surat, Saniman dan Kuswandono. Khusus tiga pelaku yaitu Kuswandono, Heryanto, dan Tetro Siongjono diketahui merupakan sindikat judi online yang sudah lama beroperasi di Bali dengan omset mencapai miliaran rupiah.

“Ini merupakan kasus judi online yang besar karena jaringan Jawa dan Bali. Mereka menggunakan sarana komunikasi menggunakan email dan SMS. Untuk transaksi keuangan menggunakan M Banking dan Internet Banking,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera di Polda Jatim beberapa waktu lalu.

Dari pengungkapan ini, saat itu Polda Jatim berhasil mengamankan uang tunai sebesr Rp 34,5 juta dan 12 handphone. Selain itu diamankan pula enam buku tabungan dan ATM BCA, dua buah key BCA, 250 lembar rekapan togel, 275 lembar pengeluaran nomer judi togel, 125 bendel kupon kosong, lima buku tafsir mimpi, 10 kalkulator, 30 buah pulpen, 15 buah spidol, dan 15 bendel rokok sigaret. Para tersangka dalam kasus ini dijerat dengan KUHP Pidana 303 dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 10 tahun penjara.@rofik