LENSAINDONESIA.COM: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali menunjukkan taringnya dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) Regional IV yang dilaksanakan di Universitas Brawijaya, Malang.

Dalam perhelatan tahun ini yang diikuti 40 perguruan tinggi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya, ITS berhasil meloloskan seluruh perwakilannya menuju KRI Nasional 2017 yang akan diadakan pada Juli mendatang.

Dari empat divisi yang diperlombakan dalam KRI 2017, ITS berhasil meloloskan seluruh tim robotikanya untuk berlaga di ajang KRI Nasional yang akan diselenggarakan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung.

Pada divisi Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), ITS harus puas pada posisi kedua mengikuti tim Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) dengan skor tipis. RI-Grant yang merupakan robot ITS tak sanggup menandingi ketepatan PENSAE dalam melempar cakram. Sedangkan urutan ketiga, diduduki oleh INVICTO asal Universitas Brawijaya.

Di kategori lain, walau sempat gagal memadamkan api, robot ABINARA 1 berhasil menggondol juara ketiga dalam Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI). Selain itu, dewan juri juga menyematkan gelar desain terbaik pada robot ABINARA 1.

“Torehan ini merupakan capaian besar bagi ITS, mengingat ABINARA 1 tidak mendapatkan gelar apa-apa pada KRI 2016,” tutur Khairunnisa N, manajer tim robotika ITS, Senin (8/5/2017).

Dalam divisi Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI), robot Ichiro tetap menjadi yang terbaik pada kategori robot humanoid. Hal tersebut juga didukung oleh tambahan line up baru pada pemain Ichiro yang memiliki postur tinggi sehingga mengejutkan lawannya. Sedangkan untuk KRSBI beroda, ITS dengan robot AL-JAZARI berhasil bertengger pada posisi ketiga. Tidak sampai di situ saja, keduanya juga mendapatkan penghargaan sebagai desain terbaik.

VI-ROSE sebagai robot penari andalan ITS, berhasil mendapatkan juara ketiga dalam divisi Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI). Walaupun sempat mengalami beberapa kendala pada partai final, penampilan VI-ROSE tidak mengecewakan ITS di depan publik yang hadir menyaksikan perlombaan.

Atas semua capaian tersebut, ITS berhasil membawa pulang delapan piala penghargaan. Dengan demikian, ITS juga berhak berlaga di ajang KRI Nasional 2017 pada bulan Juli mendatang di kampus UPI, Bandung. “Dalam menghadapi KRI Nasional nanti, kami akan mengevaluasi performa selama di regional,” pungkas Khairunnisa.@licom