Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Asus akhirnya resmi memasarkan ZenFone Live dan ZenFone Zoom S di pasar Indonesia dengan misi mengembalikan image positif setelah mengalami sedikit penurunan penjualan di tahun 2016 lalu.

Chief Marketing Officer Asus, Rex Lee mengatakan, saat Asus memulai menerjuni bisnis smartphone di tahun 2014 dengan mengusung merek ZenFone, Asus langsung meraih peringkat kedua di Indonesia dan Asia Tenggara.

“Posisi runner up tersebut mampu bertahan hingga di tahun 2015, seiring denga waktu berjalan, kami akui sempat melakukan kesalahan di tahun 2016 yang berefek pada penjualan smartphone kami yang cukup menurun,” saat dikonfirmasi usai acara Zenfinity 2017 di Ballroom Hotel Pullman Central Park Jakarta, Rabu (17/05/2017).

Rex Lee menambahkan, kesalahan tersebut terletak pada langkah menangkap tren pasar smartphone yang saat itu memerlukan smartphone  berbahan metal serta berbekal lensa kamera depan dengan kadar piksel tinggi agar saat digunakan selfie menghasilkan gambar yang maksimal.

Diakui, Asus saat itu masih berkutat pada smartphone bermaterial plastik dan hanya memaksimalkan  kamera belakang saja. Namun di sisi lain, vendor smartphone lain sudah membalut smartphonenya dengan material metal serta kamera yang mampu menjawab kebutuhan pengguna untuk foto selfie dengan hasil maksimal.

Untuk 2017 ini, lanjut Rex Lee,  pihaknya akan merebut kembali kejayaan tersebut yang kali ini dengan melaunching produk baru sesuai keinginan pasar tentunya, dua produk terbarunya yakni ZenFone Live yang berkemampuan video selfie berikut fasilitas editingnya yang optimal, kemudian  ZenFone Zoom S yang mengandalkan kamera yang mampu memenuhi standard fotografi semi profesional.

“Untuk Zenfone Live kami menentukan dengan harga Rp 1,7 juta sedangkan ZenFone Zoom S kami banderol dengan harga Rp 5,9 juta. Dan untuk perbaikan penjualan tahun ini dibanding tahun sebelumnya, kami akan menmaksimalkan marketing investment dengan melakukan penambahan channel profitability, sales promotor, buka Asus Experience Store lebih banyak serta  menggelontor adevertising di media-media mainstream seperti televisi,” pungkas Rex Lee.@Eld-Licom