Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
GP Ansor Surabaya siap razia karaoke keluarga yang tetap buka saat Ramadhan
Ilustrasi razia petugas di tempat karaoke
HEADLINE JATIM RAYA

GP Ansor Surabaya siap razia karaoke keluarga yang tetap buka saat Ramadhan 

LENSAINDONESIA.COM: Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Surabaya, mengimbau pemerintah setempat kembali mengeluarkan aturan untuk menutup seluruh tempat karaoke termasuk karaoke keluarga selama bulan puasa Ramadhan. Bila hal tersebut tak dilakukan maka mereka mengaku siap melakukan penyisiran dan menutup paksa tempat karaoke yang masih buka.

Ketua PC GP Ansor Surabaya Faridz Afif, mengaku pihaknya tak akan ragu mengerahkan kader merazia karaoke yang buka saat Ramadhan. Selain mengganggu kekhusyukan beribadah puasa, tempat karaoke identik dengan perbuatan-perbuatan maksiat, seperti minuman keras, wanita pemandu lagu (purel) dan lainnya.

“GP Ansor bersama aparat keamanan siap melakukan penertiban jika tempat karaoke keluarga dibuka. Karaoke keluarga bungkusnya, tapi saat masuk di dalamnya sama saja,” serunya, Minggu (21/5/2017).

Sementara Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PC NU Surabaya Mohammad Ymron Farchan menyikapi wacana Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, Agustin Poliana, yang akan mengakomodir usulan para pengusaha Rekreasi Hiburan Umum (RHU) agar karaoke keluarga tetap beroperasi selama Ramadhan.

Dia menilai, sikap anggota dewan tersebut jika direalisasikan merupakan bentuk pengingkaran amanah dan aspirasi masyarakat Surabaya yang dituangkan dalam Perda Kota Surabaya Nomor 23 Tahun 2012 tentang Kepariwisataan.

“Jangan mencoba mengubah yang sudah diatur dengan baik dan jangan mengingkari amanah masyarakat Surabaya. Ayo taati Perda tersebut, jangan malah sebaliknya,” ujarnya.

Pemerintah Kota Surabaya, Farchan mengungkapkan, selama ini Pemkot Surabaya sudah melarang tempat karaoke dewasa maupun keluarga beroperasi selama Ramadan. Tentunya langkah tersebut berdasarkan Perda Kota Surabaya Nomor 23 Tahun 2012.

“Nahdlatul Ulama Kota Surabaya tetap membantu Pemkot Surabaya dalam hal penerapan dan pengawasan Perda pelarangan tersebut, bagaimanapun sudah menjadi kewajiban setiap umat Islam menjadi suasana Ramadhan tetap khusyuk,” jelasnya.

Baca Juga:  Intoleransi sama dengan menolak hak-hak dasar yang dijamin oleh konstitusi

Dia mengatakan, seperti tahun sebelumnya polemik tentang pelarangan buka tempat hiburan saat Ramadhan setiap tahun selalu muncul dan hal tersebut sudah lama. Oleh karena itu mestinya para pengusaha hiburan sudah memahami dan mengatur manajemen jika libur Ramadhan.

Sebelumnya, Ketua Komisi D Bidang Kesra DPRD Surabaya Agustin Poliana mengaku akan mengakomodir usulan kalangan pengusaha RHU agar karaoke keluarga di Surabaya bisa tetap beroperasional saat Ramadhan.

Menurutnya, para pengusaha karaoke keluarga punya tanggung jawab menggaji semua karyawannya selama 13 bulan (termasuk THR). Padahal, sesuai operasional hanya berlaku 11 bulan karena satu bulan kepotong libur selama Ramadhan. “Jadi dua bulan itu tanggung jawab pengusaha sendiri,” katanya. @LI-15